Berita Internasional
Ukraina: Ada 203 Serangan Rusia dalam Sehari Invasi
Kepolisian Ukraina mengonfirmasi jumlah serangan tersebut dalam laporan harian yang dikutip Reuters.
Langkah ini dilakukan setelah Presiden Vladimir Putin mengeluarkan perintah operasi militer di wilayah Donbass, di Ukraina Timur, yang masih disengketakan dengan Kyiv, Ibu Kota Ukraina.
Presiden Zelensky juga mendesak warga Rusia untuk turun ke jalan.
Baca juga: Rusia Klaim Hanguskan Pangkalan Udara Ukraina
"Untuk semua orang di Federasi Rusia yang tidak kehilangan hati nurani mereka, inilah saatnya untuk melakukan protes terhadap perang dengan Ukraina," katanya, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (24/2/2022).
Dia juga mendesak para pemimpin global untuk memberikan bantuan pertahanan ke Ukraina dan membantu melindungi wilayah udaranya dari agresi Rusia.
Zelenskyy mengaku telah berbicara dengan sejumlah pemimpin dunia yang menurutnya akan membentuk 'koalisi anti-Putin'.
"Saya sudah berbicara dengan (Presiden AS Joe) Biden, (Perdana Menteri Inggris Boris) Johnson, (Presiden Dewan Eropa) Charles Michel, (Presiden Polandia Andrzej) Duda, (Presiden Lithuania Gitanas) Nauseda," ungkapnya.
Baca juga: Rusia Tembak Jatuh Pesawat Militer Ukraina, 5 Orang Tewas
Baca juga: Rusia Tembak Jatuh Pesawat Militer Ukraina, 5 Orang Tewas
"Kami mulai menyusun koalisi anti-Putin. Saya telah mendesak para pemimpin global untuk mengecam Putin dengan semua kemungkinan sanksi, menawarkan dukungan pertahanan skala besar dan menutup wilayah udara di atas Ukraina untuk agresor."
"Bersama-sama kita harus menyelamatkan Ukraina, menyelamatkan dunia demokrasi, dan kita akan melakukannya." imbuh Zelenskyy
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Rusia melancarkan invasi habis-habisan ke Ukraina melalui darat, laut, dan udara pada Kamis (24/2). Ini merupakan serangan terbesar sesama negara Eropa sejak Perang Dunia II.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dampak-serangan-rusia-ke-ukraina.jpg)