Perang Rusia Ukraina
Sendirian Hadapi Gempuran Rusia, Presiden Ukraina Sindir NATO: Semua Takut dan Diam
Kendati demikian, pada saat yang sama, pemimpin Ukraina ini berterima kasih kepada mitra atas dukungannya.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ukraina harus menghadapi kenyataan, sendirian membela diri dari serangan Rusia, tanpa bantuan dari negara lain.
"Kami akhirnya membela negara kami sendiri."
"Siapa yang siap bertarung bersama kami? Saya tidak melihat siapa pun," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Baca juga: Dubes Ukraina Bilang Negaranya Sudah 350 Tahun Coba Singkirkan Rusia, Minta Indonesia Protes Keras
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pidato video kepada bangsanya, yang diposting di saluran Telegramnya pada Jumat waktu setempat.
Dikutip dari laman TASS, Jumat (25/2/2022), dalam kata-katanya, tidak ada yang siap menjamin Ukraina pada akhirnya akan menjadi anggota NATO.
"Semua orang takut, semua orang diam."
Baca juga: Dubes Ukraina Bilang Rusia Pakai Taktik Perang Hibrida, Sebar Propaganda kepada Media
"Mereka menjawab bahwa mereka bersama kami, namun tidak siap menjadikan kami anggota aliansi," tegas Zelenskyy.
Kendati demikian, pada saat yang sama, pemimpin Ukraina ini berterima kasih kepada mitra atas dukungannya.
"Saya berterima kasih kepada setiap negara, yang membantu Ukraina dengan perbuatan, bukan hanya dengan kata-kata," jelas Zelenskyy.
Baca juga: Tolak Pemilu Ditunda, Nasdem: Ingin Perpanjang Masa Jabatan Presiden, Konstitusi Mau Diubrak-abrik
Sementara, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidato yang disiarkan televisi nasional Rusia pada Kamis pagi mengatakan, sebagai tanggapan atas permintaan para Kepala Republik Donbass, ia telah membuat keputusan untuk melakukan operasi militer khusus.
Ia mengklaim langkah ini diambil untuk melindungi orang-orang 'yang telah mengalami pelecehan dan genosida oleh rezim Ukraina selama 8 tahun.'
Pemimpin Rusia itu menekankan, negaranya tidak memiliki rencana menduduki wilayah Ukraina.
Baca juga: Setuju Pemilu 2024 Ditunda, Zulkifli Hasan Beberkan Enam Alasannya, Termasuk Survei Litbang Kompas
Hal yang sama disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia yang meyakinkan pasukan Rusia tidak menargetkan kota-kota Ukraina, namun terbatas pada operasi penyerangan dan melumpuhkan infrastruktur militer Ukraina.
Kementerian itu juga menekankan, tidak ada ancaman apa pun yang ditujukan terhadap penduduk sipil Ukraina. (Fitri Wulandari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/presiden-ukraina-volodymyr-zelenskyy.jpg)