Rabu, 13 Mei 2026

Berita Internasional

Rusia Klaim Hanguskan Pangkalan Udara Ukraina

Informasi ini dikutip dari Al Jazeera berdasar laporan kantor berita Rusia. Dari pantauan di Kyiv, sirene serangan udara telah menggelegar

Tayang:
Istimewa
Dampak serangan Rusia ke Ukraina 

Dalam pidato khusus yang disiarkan televisi di TV Pemerintah Rusia, Putin berujar bahwa Rusia tidak punya pilihan selain mempertahankan diri dari apa yang dia katakan sebagai ancaman dari Ukraina modern.

"Saya mendesak Anda untuk segera meletakkan senjata dan pulang. Semua tentara Ukraina yang memenuhi permintaan ini akan bebas meninggalkan zona pertempuran dan kembali ke keluarga mereka," katanya dikutip dari Reuters.

Belum diketahui seberapa luas ruang lingkup operasi militer Rusia di Ukraina.

Reporter Reuters di Kiev, ibu kota Ukraina, mendengar ledakan yang terdengar seperti tembakan artileri di kejauhan tak lama setelah Putin selesai berpidato.

Putin mengatakan, Rusia akan segera merespons jika ada kekuatan eksternal yang mencoba mengganggu, dan Moskwa akan mencoba melakukan demiliterisasi serta menghilangkan pengaruh Nazi di Ukraina.

Baca juga: PRESIDEN Rusia Vladimir Putin Perintahkan Tentara Masuk Ukraina, AS dan Eropa Beri Peringatan

"Rusia tidak bisa merasa aman, berkembang, dan eksis dengan ancaman konstan yang berasal dari wilayah Ukraina modern," ucap Putin.

Komentarnya muncul setelah Amerika Serikat mengatakan, Rusia menempatkan hampir 150.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina, dan setelah separatis yang didukung Rusia meminta bantuan militer kepadanya untuk melawan apa yang mereka katakan sebagai agresi Ukraina yang berkembang.

Namun, Kiev membantah agresi semacam itu.

"Semua tanggung jawab atas pertumpahan darah akan berada pada hati nurani rezim yang berkuasa di Ukraina," kata Putin kepada TV pemerintah.

Baca juga: Hindari Risiko Terjadinya Invasi, Pemerintah Mengimbau kepada WNI untuk Tunda Perjalanan ke Ukraina

"Semua orang harus percaya serangan langsung ke negara kita akan menyebabkan kekalahan dan konsekuensi yang mengerikan bagi setiap agresor potensial."

Putin mengatakan, Rusia tidak berniat menduduki Ukraina dan menyalahkan pemerintah negara tetangganya itu atas potensi pertumpahan darah.

Dia mengancam negara-negara yang mencoba mengganggu tindakannya bakal menghadapi konsekuensi yang belum dilihat.

Dalam pidatonya Putin berbicara kepada pasukan Ukraina, mendesak mereka untuk meletakkan senjata.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden kemudian merilis pernyataan tak lama setelah aksi militer dimulai, dengan menyebut agresi itu sebagai serangan tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan oleh Rusia.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved