Harga Kedelai Naik

Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Minta Perajin Tahu Tempe Modifikasi Ukuran

Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi mengusulkan perajin tahu tempe untuk mengurangi ukuran, untuk atasi kedelai mahal.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rangga Baskoro
Perajin tempe di Tambun Selatan hentikan produksi karena harga kedelai naik. Mereka tak mampu memproduksi. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi memberikan instruksi ke semua UPTD Pasar agar memantau dan mengimbau para perajin tahu dan tempe melakukan aksi mogok produksinya dengan damai dan tertib. 

Sebelumnya para perajin tahu dan tempe se-pulau Jawa melakukan aksi mogok produksi selama tiga hari, mulai Senin-Rabu, 21-23 Februari 2022. 

Baca juga: Jelang HUT-Ke 29, Arief R Wismansyah Ingin Warganya Lebih Rajin Bayar Pajak

"Sudah diinstruksikan ke semua UPTD agar memantau dan mengimbau pedagang tahu dan tempe untuk melakukan aksi mogok secara damai dan tertib," ujar Kabid Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Gapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yent, Senin (21/02/2022).

Helmi mengaku memahami kondisi yang dialami para pedagang tahu dan tempe, khususnya di Kabupaten Bekasi.

Sebab, harga bahan pokok tahu tempe dan kedelai terus mengalami kenaikan di pasaran. Kondisi tersebut dipicu oleh kenaikan harga impor kedelai dari luar negeri (Amerika Serikat).

Baca juga: PT LIB Lapor ke PSSI Terkait tak Hadirnya Persipura saat Menghadapi Madura United Tanpa Izin

Meski begitu, Helmi berharap, pada pedagang tahu dan tempe tetap menjalankan produksinya agar tahu dan tempe tetap tersedia di pasaran. 

Pada pedagang bisa memproduksi tahu tempe dengan memodifikasi ukuran yang disesuikan dengan kenaikan harga bahan pokoknya.

"Kalau saya sih berharap para pedagang bisa tetap produksi, misalnya dengan cara mengurangi ukuran tahu tempe di pasaran, dengan begitu para pedagang bisa tetap menjalankan roda perekonomiannya dan ketersediaan tahu tempe tetap ada di pasaran," harapnya.

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved