Tol Serpong Balaraja

Usai Kirim Surat, Lurah Cilenggang Pasrah Terkait Tuntutan Warga Butuh JPO di Tol Serpong-Balaraja

Keberadaan Tol Serpong-Balaraja di kawasan Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuai kritik dari warga sekitar.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Sigit Nugroho
TribunTangerang.com
Proses pembangunan Tol Serpong-Balaraja yang memutus akses warga RT 02/01, dan RT 03 RW 01, Cilenggang, Serpong, Kota Tangsel. 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Keberadaan Tol Serpong-Balaraja di kawasan Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuai kritik dari warga sekitar. 

Warga yang bermukim di kawasan RT 02 RW 01, dan RT 03 RW 01, Cilenggang, Serpong, Kota Tangsel, menuntut kehadiran jembatan penyebarangan orang (JPO) guna menghubungkan dua lingkungan yang terputus akibat proyek pembangunan jalan tanpa hambatan itu. 

Tuntutan tersebut diwujudkan warga dengan menggelar aksi protes melalui spanduk bertuliskan 'Warga Butuh JPO' yang terpasang pada sejumlah tembok beton pembatas. 

Maraknya aksi protes dari warga membuat puhak Kelurahan Cilenggang turun tangan. 

Baca juga: Pembangunan Proyek Tol Serpong-Balaraja Menuai Kritik, Warga Cilenggang Tangsel Membutuhkan JPO

Baca juga: Kronologis Tabrakan Beruntun Empat Kendaraan di Tol Jakarta Cikampek

Baca juga: Hilangkan Kesan Kumuh, Pemkab Bogor dan Jasa Marga Tata Sejumlah Kawasan Gerbang Tol

Bahkan, Lurah Cilenggang, Umar Dhani, mengaku telah bersurat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel terkait tuntutan warganya. 

"Saya sudah surat melalui camat terusan ke Wali Kota. Kan prosedur ke kecamatan dulu baru ke Wali Kota. Itu surat permohonan pembuatan JPO," kata Umar kepada Tribuntangerang.com saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, Serpong, Kota Tangsel, Sabtu (12/2/2022).

Umar berujar bahwa surat permohonan itu telah dilayangkan pihaknya pada awal pekan ini. 

Menurut Umar, hanya sebatas langkah tersebut yang dapat dilakukan pihak kelurahan dalam menyampaikan aspirasi dari warganya. 

BERITA VIDEO: Yuni Shara Menghitung Hari Kelahiran Anak Aurel Hermansyah

"Kami juga bukan yang mengeluarkan kebijakannya, jadi bingung. Kita mah hanya sebagai penyampai aspirasi saja," ujar Umar.

Usai melayangkan surat permohonan, Umar mengaku hanya dapat menunggu jawaban dari para pimpinan tertinggi. 

Dirinya pun turut hanya dapat berharap terkait terealisasinya JPO yang menjadi tuntutan warga. 

Sebab, dirinya pun tak mengatahui kapan waktu dilakukannya pembangunan JPO di tengah masih berlangsungnya pengerjaan Tol Serpong-Balaraja. 

"Kalau bisa dibuatkan begitu, ya kalau bisa. Kita kan hanya menyampaikan aspirasi saja. Ya mudah-mudahan terealisasi lah. Belum ada pengukuran juga, kan baru rencana mengajukan saja," tutur Umar.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved