Pemilu 2024
Untuk Perbaiki Citra, Anas Urbaningrum Tantang Samad dan Bambang Widjojanto Debat secara Live
Lama tak terdengar, Anar Urbaningrum ternyata masih memiliki dendam kesumat pada Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, yang kini meringkuk di Lapas Sukamiskin, memiliki angan.
Yakni mengajak debat dua seterunya yang menghancurkan karier politiknya, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto (BW).
Kedua seteru Anas kala itu memiliki jabatan tinggi dan penting sebagai Ketua dan Wakil Ketua KPK.
Menjelang Pemilu 2024, Anas tampaknya terpanggil untuk membersihkan nama baiknya.
Baca juga: Banyak Lansia 60 Tahun Meninggal karena Covid, Luhut Sarankan untuk Stay di Rumah Biar Aman
Lewat sang loyalis, I Gede Pasek Suardika, coba mengungkapkan keinginannya itu.
"Beliau senang (berdiskusi dengan mereka). Kalau saya suruh temani senang juga. Tapi Mas Anas sendiri sudah mampu menyelesaikan itu, karena itukan fakta kan,” ucapnya saat peluncuran dan dikusi buku Halaman Pertama Anas Urbaningrum: Sumpah Monas, Tantangan Mubahalah, dan Proyek-Proyek Lainnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (5/2/2022).
“Atau kalau mau pembukaan oleh kita-kita dulu boleh juga, sebelum Mas Anas keluar," imbuhnya.
Dia sendiri menegaskan keinginan Anas untuk berdiskusi dengan orang-orang tersebut murni tanpa ada kebencian.
"Murni membacanya dari sudut case. Beliau didakwakan soal harrier, ayo kita bedah seperti apa. Nanti pakar hukum dan mahasiswa fakultas hukum akan menganalisis itu. Live saja," katanya.
Baca juga: AHY Ajak Kader Partai Demokrat Menjadi Kuda Hitam untuk Memenangi Pemilu 2024
"Kemudian BW yang paling getol menambahkan bahwa penyidikan dan proyek-proyek lainnya itu, dia bisa menjelaskan argumentasinya pasal berapa dasar hukumnya apa, nanti dibantah oleh mas Anas,” ucapnya.
“Jadi didiskusikan aja, berani enggak?" imbuhnya.
Sebelumnya, Gede mengungkapkan bahwa Anas dihabisi secara politik oleh kelompok berkuasa saat itu, dengan tujuan menghancurkan Partai Demokrat.
"Terhadap Anas ini, dari berbagai dimensi karena dia di dalam puncak pengabdiannya secara politik, saat itulah dihabisi secara politik dan hukum oleh kekuasaan politik yang berkonspirasi dengan pemegang kekuasaan penegakan hukum," kata Gede Pasek.
Dalam kesempatan itu, Gede Pasek juga mengungkapkan keinginan Anas Urbaningrum setelah bebas dari Lapas Sukamiskin.
Di mana, Anas ingin berdiskusi dan debat secara terbuka untuk membedah kasus yang menjeratnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/anas-urbaningrum-usai-sidang-pk_20180630_171045.jpg)