Berita Video
VIDEO Aksi Koboi di Tol Cipali, Ternyata Pakai Pistol Mainan
Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono menjelaskan, terduga pelaku itu berinisial BR (35).
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ahmad Sabran
WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG----- Pengemudi minibus Avanza nomor polisi T 1750 FY diduga mengacungkan pistol dan tongkat kepada pengendara truk di Jalan Tol Cipali diamankan polisi.
Terduga pelaku diamankan di rumahnya di wilayah Bekasi, Jawa Barat.
Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono menjelaskan, terduga pelaku itu berinisial BR (35).
Terduga pelaku diamankan di rumahnya daerah Bekasi bersama kendaraan Avanzanya tersebut.
"Terkait video viral di Tol Cipali, dimana ada salah satu sopir truk yang memviralkan seperti ditodong dengan laki-laki yang gunakan Avanza. Tadi malam Tim Satreskrim Karawang berhasil mengamankan," kata Aldi, kepada awak media di Mapolres Karawang, pada Jumat (4/2/2022).
Aldi menerangkan, aksi kejadian itu sebetulnya bukan di wilayahnya hukumnya. Karena terjadi KM 84-85 Tol Cipali bukan Tol Jakarta Cikampek.
Akan tetapi karena viralnya di Tol Jakarta Cikampek, maka pihaknya langsung turun melakukan penanganan secara cepat.
"KM 84-85 Tol Cipali, bukan masuk Polres Karawang. Karena diviralkan di Tol Cikampek kami respon cepat jadi langsung respon penanganan," jelas dia.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan aksi itu terjadi karena ketersinggungan oleh sopir truk.
Pengakuan terduga pelaku, sopi truk mengambil lajur khusus minibus.
"Ketersinggungannya itu ya semacam disalip ya, si Avanza ini merasa truk mengambil lajurnya minibus," ucapnya.
Sementara dari hasil pemeriksaan, pistol itu bukan asli akan tetapi pistol mainan milik anaknya.
Alasannya melakukan tindakan itu juga karena panik dan stres anaknya sedang sakit.
"Yang diacungkan itu tongkat, pistol itu dari keterangan sopir truk yang viral itu. Terduga (pelaku) keterangannya lagi panik stres anaknya sakit," ucapnya.
Hingga saat ini terduga pelaku masih dijadikan sebagai saksi. Pihaknya juga masih menunggu keterangan dari sopir truk.
"Kita masih jadikan saksi, karena kita masih dalami apakah ada unsur pidana atau tidak. Sedangkan untuk sopir truk kita belum berhasil hubungi, kalau memang merasa dirugikan kami sarankan buat LP (laporan polisi) sebagai korban," tandasnya.