Tawuran Pelajar

Irjen Fadil Imran Siapkan Program Cegah Tawuran saat PTM 100 Persen

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran tengah menyaipkan program ampuh untuk mencegah tawuran pelajar saat PTM 100 persen kembali digelar.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Desy Selviany
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyatakan pihaknya telah menyiapkan program untuk mencegah tawuran pelajar saat PTM kembali digelar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Usai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen diberlakukan, Jakarta marak diisi tawuran remaja.

Atas hal tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengaku telah menyiapkan sejumlah program pencegahan tawuran.

Saat ini kata Fadil, Tim Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya telah dioptimalkan untuk pencegahan tawuran.

"Ekosistem sedang kami kembangkan mudah-mudahan semua bisa berjalan supaya respon bisa lebih cepat," ujar Fadil di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (4/2/2022).

Baca juga: Viral Tukang Bakso Pura-pura Pingsan, Warga Kaget Lihat Bukti ini di CCTV

Selain itu, Polda Metro Jaya juga sudah menyiapkan program kampung antitawuran dan antinarkoba.

Program itu kata Fadil sebagai upaya persuasif untuk mencegah tawuran di Ibukota.

"Itu sudah berjalan pelan-pelan, kita enggak boleh lakukan pendekatan-pendekatan yang hanya obati gejala tapi kita harus perbaiki konferehensif agar semua bisa tertangani dengan baik," tuturnya.

Sebelumnya dua kelompok remaja saling serang saat terlibat aksi tawuran dengan menggunakan senjata tajam di kolong flyover Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (2/2/2022) pukul 21.15 WIB.

Baca juga: Kondisi Sudah Gawat, Satpol PP DKI Tingkatkan Pengawasan dan Penindakan Pelanggaran Prokes

Seorang warga, Egi Manton mengatakan para pelaku tawuran diduga masih pelajar karena ada yang memakai seragam. Mereka saling serang dengan celurit, samurai hingg tongkat baseball.

"Awalnya cuma dua tiga orang ngumpul-ngumpul, enggak lama datang lagi rombongannya nenteng senjata tajam," ucap Edi, Kamis (3/2/2022).

Menurut Egi, tawuran yang terjadi semalam tidak berlangsung lama. Hanya saja aksi tawuran yang sudah sering terjadi itu membuat aktivitas warga dan pengendara yang melintas ikut terganggu.

"Ini tawuran emang sering, seminggu bisa tiga empat kali udah kaya minum obat. Kalau nggak tawuran mungkin bocah-bocah ini sakau gitu kali ya," katanya.

Baca juga: Tiap Kasus Ada Masa Kedaluwarsa, KPK Terus Buru Paulus Tannos, Bersyukur Ada Perjanjian Ekstradisi

Sementara itu tidak diketahui penyebab tawuran antar dua kelompok remaja itu. Menurutnya aksi kedua kelompok itu baru berakhir setelah terlibat aksi kejar kejaran.

"Nggak tahu apa ya, ngerebutin apa masalahnya. Mungkin tawurannya selesai kalau nanti udah ada korban," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved