Formula E
Ariza Tanggapi Kritik Politisi PDIP Soal Investor Enggan Terlibat di Ajang Formula E
Wagub DKI Ahmad Riza Patria santai merespons pernyataan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi bahwa tak ada investor tertarik pada Formula E.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespon pernyataan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi soal investor enggan terlibat Formula E karena diseret ke ranah politik.
Bagi Ariza pernyataan koleganya di pemerintahan daerah itu merupakan haknya, apalagi tugas mereka adalah mengawasi kinerja dan program dari eksekutif.
“Ya itu kan pendapat masing-masing silakan, semua punya ini. Indonesia negara demokrasi reformasi semua boleh berpendapat,” ujar Ariza di Balai Kota DKI, Kamis (3/2/2022) malam.
Baca juga: Firli Bahuri Ungkap Efek Jera yang Dikenakan pada Pelaku Pencucian Uang yang Menitip pada Pacar
Meski pandangannya berbeda, namun Ariza berharap lembaga eksekutif dan legislatif tetap bersinergi dalam melayani masyarakat.
Pembangunan di Jakarta akan lebih baik jika kedua lembaga ini berkolaborasi dengan melibatkan masyarakat dan stakeholder lain.
“Jadi yang penting semuanya kompak, bersatu membangun bangsa dengan caranya masing-masing,” kata mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.
Seperti diketahui, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebut kalangan investor enggan memberikan sponsor pada turnamen Formula E karena event ini diseret ke ranah politik.
Sedangkan, para investor tidak mau terang-terangan terlibat dalam kompetisi politik.
Dia menjelaskan, awal mula Formula E menjadi agenda politik adalah saat Anies melobi tujuh fraksi di DPRD DKI Jakarta dengan jamuan makan malam di rumah dinasnya, di wilayah Taman Surapati, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Baca juga: Presiden Jokowi Imbau Masyarakat Tetap Tenang, Sistem Kesehatan Siap Hadapi Lonjakan Omicron
Akibatnya 73 anggota dewan dari tujuh fraksi tersebut enggan memakai hak interpelasi untuk meminta klarifikasi Anies secara resmi terkait Formula E.
“Sementara dua fraksi yaitu PDI Perjuangan dan PSI ingin tetap menggunakan hak interpelasi,” kata Prasetyo.
Menurut Prasetyo, yang perlu diketahui publik bahwa Pemprov DKI Jakarta menjadi penyelenggara Formula E dengan menugaskan perseroan daerah PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
Hal itu juga diperkuat dengan instruksi Gubernur kepada Dinas Pemuda dan Olahraga untuk menganggarkan dan membayar commitment fee Formula E sebesar Rp 560 miliar.
Namun, pada 2021 Anies menyebut gelaran Formula E adalah Bussines to Bussines (antar bisnis), artinya Pemprov tidak lagi terlibat. Kemudian, Anies menunjuk politikus Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana atau Organizing Committee Formula E 2022.
Pras mengatakan, dengan rangkaian peristiwa tersebut menjadi penyebab Formula E tidak diminati investor. Terlebih, Oktober tahun ini jabatan Anies sebagai Gubernur bakal berakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ariza-omicron-3.jpg)