Virus Corona
Kerap Dikomplain Warga Asing, Jokowi Minta Kapolri Usut Tuntas Permainan Karantina
Presiden meminta jajarannya disiplin dalam melakukan pengetatan di pintu masuk Indonesia.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas adanya dugaan permainan karantina.
"Saya minta Kapolri untuk mengusut tuntas permainan yang ada di karantina."
"Sudah, karena saya sudah mendengar dari beberapa orang asing komplain ke saya mengenai ini," kata Jokowi saat rapat penanganan Covid-19, Senin (31/1/2022), dikutip dari Sekretariat Kabinet, Selasa (1/2/2022).
Baca juga: Tambah 224 Orang, Hari Ini RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 4.814 Pasien Covid-19
Presiden meminta jajarannya disiplin dalam melakukan pengetatan di pintu masuk Indonesia.
Pemerintah telah menghapus daftar 14 negara yang dilarang masuk ke Indonesia karena penyebaran Omicron.
Pemerintah membuka pintu masuk RI, namun dengan pengetatan syarat perjalanan, di antaranya kewajiban karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).
Baca juga: Lulus Seleksi Kualitas, Bekas Raja OTT KPK Harun Al Rasyid Semakin Dekat Jadi Calon Hakim Agung
"Disiplin dalam melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk dan pelaksanaan proses karantina yang benar dari luar negeri," ujarnya.
Permasalahan karantina berulang kali terjadi di masa pandemi Covid-19.
Mulai dari mereka yang tidak menjalankan kewajiban karantina melalui cara bekerja sama dengan sejumlah oknum, hingga yang terakhir dugaan adanya penyalahgunaan karantina.
Baca juga: Bakal Divonis Saat Hari Kasih Sayang, Azis Syamsuddin Siap Terima Putusan Hakim
Menparekraf Sandiaga Uno mengungkap dugaan penyalahgunaan karantina lewat laporan salah satu wisatawan asal Ukraina. Pengaduan itu diterima Sandiaga dalam bentuk surat elektronik.
Sandiaga menyebut wisatawan asal Ukraina ini akan berlibur bersama anaknya ke Bali, lalu menjalani karantina sesuai aturan.
Namun saat hari terakhir karantina, hasil tes PCR dinyatakan positif, padahal mereka mengaku tak mengalami gejala.
Baca juga: LPSK Merasa Aneh, TKP Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat Belum Dipasangi Garis Polisi
Wisatawan itu lalu meminta tolong kepada Sandi lewat Twitter, untuk dilakukan tes PCR ulang.
Wisatawan ini meyakini hasil tes itu salah, tetapi petugas tak mengizinkan mereka melakukan tes, selain yang disediakan petugas karantina. (Taufik Ismail)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jokowi-wfh-omicron.jpg)