Berita Video
VIDEO : Hari Raya Imlek Membuka Pintu Rezeki Bagi Pedagang Burung Pipit
Penjualan burung Pipit menjadi pintu pembuka rezeki di hari-hari menjelang perayaan Imlek. Umat akan berdoa melepas burung di tahun baru
Penulis: Miftahul Munir |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - H-1 perayaan Imlek membawa pintu rezeki bagi pedagang burung pipit di depan Vihara Dharma Bakti pada Senin (31/1/2022).
Mereka berjualan menggunakan kandang-kandang ukurannya sekira 2x2 meter ditumpuk meninggi.
Bahkan, pedagang di sana menerima pembelian burung pipit untuk pedagang yang ada di Vihara lain di Jakarta.
Simak Video Berikut :
Taufik (22) warga asli Jawa Timur ini sudah lima tahun menjalani pekerjaan sebagai penjual burung pipit.
Ia mengaku, penghasilan menjual burung pipit di sana cukup menjanjikan karena dalam sehari ia dapat menjual 100 ekor.
"Penghasilannya ya tergantung penjualan, kalau jelang imlek ini biasanya dapat keuntungan Rp, 2 juta," kata nyaia.
Baca juga: Pimpinan DPRD DKI Tegaskan Formula E Merupakan Proyek Berjalan meski Sirkuit Belum Dibangun
Baca juga: Menteri Agama: Selamat Tahun Baru Imlek 2573 Khongzili, Semoga Segala Persoalan Dapat Teratasi
Biasanya seminggu sebelum Imlek dan setelah perayaan itu bisa menjual sekira 5.000 ekor burung pipit.
Ia menghargai satu ekornya sekitar Rp, 1.500 kepada masyarakat yang beribadah di Vihara Dharma Bakti.
Burung tersebut dibeli, lalu dilepas sebagai bentuk menghilangkan kesialan, dijauhkan dari marabahaya dan penyakit.
Baca juga: Politisi PDIP Sebut Pembangunan JIS Sebagian dari Era Jokowi dan Ahok
Baca juga: Usung Patriot Viper Steel 4400, Overclocker Indonesia Ekky Jengkol Raih Juara 2 di Kompetisi Dunia
Namun, kata Taufik, untuk hewan yang dilepas tidak harus burung pipit saja, tapi bisa juga burung dara, kura-kura dan sebagainya.
"Ini saya ngambil dari Mojokerto, dijual di sini, yang beli kebanyakan warga yang habis ibadah," tegasnya.
Sementara itu, Hamdan pedagang burung pipit di Vihara Tanjung Duren selalu membeli burung di depan Vihara Dharma Bakti.
Sebab, di sini untuk pedagang burung dihargai murah yaitu Rp, 1.000 perekor dan ia menjual burungnya sekira Rp 2.000 perekor.
"Ini saya habis belanja sekitar 300 ekor, memanh saya jualannya bukan di sini," tegas Hamdan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/taufik-pipit-burung.jpg)