Formula E
Politisi PDIP Tuding Studi Banding Panitia Jakarta E-Prix 2022 ke Arab soal Formula E Pemborosan
Politisi PDIP Gilbert Simanjuntak menuding panitia Jakarta E-Prix 2022 lakukan pemborosan karena studi banding ke Arab.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM< JAKARTA - Studi banding Panitia Jakarta E-Prix 2022 ke Kota Diriyah, Arab Saudi soal Formula E dinilai pemborosan.
Panitia yang terdiri dari perseroan daerah PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) itu, seharusnya memanfaatkan surel jika ingin mengetahui harga tiket dan persiapan Diriyah menggelar Formula E, Sabtu (29/1/2022).
“Menghamburkan uang berangkat ke Arab Saudi menjadi pertanyaan, sementara data tersebut dapat diperoleh lewat surat menyurat resmi secara elektronik sebagai sesama penyelenggara balapan. Informasi lengkap juga dapat diperoleh dari internet,” kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak, Jumat (28/1/2022).
Baca juga: Pemprov Banten Jamin Pasokan Minyak Goreng Murah Aman Masyarakat tak Perlu Panic Buying
Gilbert merasa, kepergian panitia untuk studi banding ke sana sangat berlebihan di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, jadwal penyelenggaraannya juga semakin sempit karena waktu mereka akan tersita untuk berangkat ke sana dan menjalani karantina di Indonesia selama 14 hari.
Menurutnya, hal terbaik jika ingin studi banding soal tiket adalah perhelatan turnamen MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kata dia, harga tiket di Arab Saudi pasti jauh lebih mahal dari Jakarta untuk kelas tiket yang sama, sehingga tidak ada gunanya ke sana.
“Jakpro sendiri tidak akan untung dari penyenggaraan balapan ini, dan pihak penyelenggara tidak ada menyuntik modal, sepenuhnya uang rakyat DKI,” ucapnya.
Seperti diketahui, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Widi Amanasto menyebut, pihaknya melakukan studi banding ke Diriyah, Arab Saudi untuk melihat mulai dari persiapan (pre-event) hingga balapan berlangsung.
Diriyah adalah kota pertama yang menyelenggarakan balap mobil Formula E pada tahun penyelenggaraan 2021-2022 yang diigelar pada Sabtu (29/1/2022).
“Semuanya (panitia) dari IMI juga ada. Mereka juga sekarang sedang di Diriyah juga sedang melihat,” ucap Widi kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).
Kedatangan panitia ke sana untuk mempelajari, bagaimana panitia Formula E di Diriyah melaksanakan ajang tersebut. “Dilihat bagaimana panitia menyusun kegiatan, gimana agar kami bisa hands on terhadap ini,” jelasnya.
Baca juga: Kepala Dinas Kesehatan DKI Ungkap Kasus Covid-19 di Jakarta Didominasi Transmisi Lokal
Dari sana, kata Widi, pihaknya akan memodifikasi pelaksanaan Formula E yang rencananya digelar di Ancol, Jakarta Utara pada 4 Juni 2022 mendatang. Perhelatan di Ancol bakal disesuaikan dengan budaya lokal Jakarta.
“Disesuaikan dengan local wisdom seperti apa pra-eventnya. Kira-kira begitu, tapi saya juga menunggu laporan dari tim yang ke sana,” jelasnya.
Sebagai informasi, tiket penyelenggaraan Formula E di Diriyah Arab Saudi dijual dengan harga terendah 150 Riyal Arab Saudi atau setara Rp 574.766 dan tertinggi 20.125 Riyal Arab Saudi atau setara Rp 77.114.538 (kurs 1 Riyal= 3831 Rupiah).
Pengunjung yang membeli tiket masuk umum seharga 150 Riyal (Rp 574.766) mendapat fasilitas akses ke semua hiburan, menyaksikan konser musik, dan balapan dari amfiteater Allianz E Villa dengan layar raksasa.
Baca juga: Jelang Penuhi Panggilan Bareskrim Polri, Edy Mulyadi Mandi Lebih dari 30 Menit
Sedangkan pengunjung yang membeli tiket dengan harga 250 Riyal (Rp 957.944) mendapat fasilitas tiket satu hari akses menonton balap langsung dari tribun, akses hiburan dan akses konser musik.
Pengunjung yang membeli tiket termahal bisa menyaksikan dua hari perlombaan Formula E, serta mendapatkan makanan, jalan-jalan tur garasi, konser musik, hadiah ekslusif, parkir VIP, dan menghadiri sesi tanya jawab bersama pebalap Formula E.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/anggota-fraksi-pdi-perjuangan-dprd-dki-jakarta-gilbert-simanjuntak130720203.jpg)