Investasi
Kamis (27/1) Pagi Harga Emas Antam Terjun Rp 12.000 per Gram, Berikut ini Daftarnya
Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 938.000 per gram.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Setelah sebelumnya sempat melonjak, kini harga emas Antam turun drastis.
Harga emas batangan Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) anjlok pada Kamis (27/1/2022).
Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 938.000 per gram.
Harga emas Antam ini turun Rp 12.000 dari harga Rabu (26/1) yang berada di level Rp 950.000 per gram.
Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 841.000 per gram.
Baca juga: Harga Emas Antam dan UBS Rabu Pagi Naik Rp 3.000 dan 1.000 Per Gram
Harga tersebut juga turun Rp 12.000 dibandingkan dengan harga buyback pada Rabu (26/1) yang ada di Rp 853.000 per gram.
Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Kamis (27/1) dan belum termasuk pajak dikutip dari artikel Kontan.co.id :
Harga emas 0,5 gram: Rp 519.000
Harga emas 1 gram: Rp 938.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.465.000
Harga emas 10 gram: Rp 8.875.000
Baca juga: Promo JCO Donut Terbaru Mulai Buy 1 Get 1 Minuman, Paket JPOP hingga Paket Sarapan
Harga emas 25 gram: Rp 22.062.000
Harga emas 50 gram: Rp 44.645.000
Harga emas 100 gram: Rp 88.012.000
Harga emas 500 gram: Rp 439.320.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 878.600.000
Keterangan:
Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram).
Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya.
Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar.
Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas
Penyebab Naik Turunnya Emas
Mengenai penyebab naik turunnya harga emas global yang Bareksa kutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK):
1. Ketidakpastiaan Kondisi Global
Berbagai situasi yang terjadi seperti politik, ekonomi, krisis, resesi, atau perang adalah salah satu pemicu naik dan turunnya harga emas. Mengapa begitu ya?
Dalam kondisi ekonomi dan politik yang kacau balau, emas seringkali dianggap sebagai penyelamat.
Makanya saat terjadi krisis atau perang, biasanya harga emas akan melonjak naik. Investasi emas disebut-sebut salah satu aset aman (safe haven).
Pada sebuah kesempatan, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengakui lho bahwa emas kerap menjadi pilihan investor di kala ketidakpastian ekonomi global saat ini.
Setidaknya ada tiga alasan emas baru dipilih manakala ekonomi sedang tidak menentu atau terdapat gejolak geopolitik.
Pertama, nilai emas tetap terjaga meski terjadi inflasi atau deflasi. Kedua, nilai emas tetap terjaga meski terjadi krisis ekonomi atau perang.
Ketiga, permintaan akan emas tidak berkurang seiring dengan ketersediaan emas yang terbatas. Tak perlu heran, pamor emas umumnya melejit ketika sedang krisis.
2. Penawaran dan Permintaan Emas
Hukum penawaran dan permintaan juga berlaku pada emas. Lebih besar permintaan emas ketimbang penawarannya bikin logam mulia yang digemari ibu-ibu rumah tangga ini bakal naik.
Sebaliknya, harganya akan turun apabila penawaran lebih besar daripada permintaannya. Satu hal yang juga perlu dicatat bahwa ketersediaan emas di dunia ini cukup terbatas.
3. Kebijakan Moneter
Harga emas juga sangat tergantung dari kebijakan moneter yang diambil bank sentral Amerika Serikat (Federal System atau secara informal disebut The Fed).
Kebijakan moneter yang dimaksud adalah kebijakan menaikkan atau menurunkan suku bunga.
Saat The Fed menurunkan suku bunga, emas berpotensi naik harganya.
Alasannya dolar menjadi tidak menarik sebagai pilihan investasi dan orang-orang cenderung menempatkan uangnya dalam bentuk emas batangan. Begitu juga sebaliknya.
4. Inflasi
Inflasi adalah salah satu faktor utama yang membuat harga-harga barang semakin naik, hal ini juga berdampak pada harga emas.
Semakin tinggi tingkat inflasi maka semakin mahal pula harga emas.
Penyebabnya masyarakat yang enggan menyimpan aset mereka dalam bentuk uang yang mudah kehilangan nilainya dan lebih memilih berinvestasi emas yang harganya cenderung stabil dan lebih aman ketika inflasi. Karena semakin diminati inilah, maka harga emas akan meningkat pula.
5. Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat
Harga emas dalam negeri mengacu pada harga emas internasional yang dikonversi dari dolar Amerika Serikat (AS) ke dalam mata uang rupiah.
Makanya, harga emas sangat dipengaruhi oleh pergerakan rupiah terhadap dolar AS. Jadi, saat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah maka harga emas lokal menguat atau tinggi.
Sebaliknya, bila nilai tukar rupiah menguat, maka harga emas lokal cenderung turun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151028harga-emas-antam-bertahan-di-level-rp559-ribu_20151028_084802.jpg)