Dinkes DKI Catat 1.313 Orang Terpapar Omicron, 459 Kasus Transmisi Lokal
Dari jumlah itu 854 orang diantaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 459 lainnya adalah transmisi lokal.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat sampai Minggu (23/1/2022), ada sebanyak 1.313 orang terpapar varian Omicron.
Dari jumlah itu 854 orang diantaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 459 lainnya adalah transmisi lokal.
"Masyarakat diimbau untuk mewaspadai penularan Varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta. Dari 1.313 orang yang terinfeksi, sebanyak 854 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 459 lainnya adalah transmisi lokal," ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/1/2022).
Berdasarkan data Dinkes DKI per 23 Januari 2022, jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 1.217 kasus.
Sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 9.057 orang yang masih dirawat atau diisolasi.
"Perlu digarisbawahi bahwa 7.166 orang dari jumlah kasus aktif (79%) merupakan transmisi lokal, sedangkan sisanya adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sementara itu, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 1.739 orang sehingga total 879.307 kasus, yang mana 1.460 di antaranya (84%) juga merupakan transmisi lokal," jelas dia.
Baca juga: Jadwal Persija di Putaran Keempat Liga 1 2021 Bertambah Jadi 11 dengan Menghadapi Barito dan Persib
Dwi menjelaskan pihaknya juga mencatat, telah dilakukan tes PCR sebanyak 19.722 spesimen.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 19.130 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.739 positif dan 17.391 negatif.
Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 41.868 orang.
Dengan hasil 707 positif dan 41.161 negatif.
Baca juga: Terbang ke Bali, Venna Melinda-Ferry Irawan Akan Foto Prewedding hingga Urus Surat Numpang Nikah
Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.
Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.
"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 126.045 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 765.118 per sejuta penduduk," jelas dia.
Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Konvoi Mobil Mewah yang Bikin Geger di Tol Andara
Adapun jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 856.653 dengan tingkat kesembuhan 97,4%, dan total 13.597 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,5%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%.
Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 6,6%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,8%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.
Baca juga: Persija tak Boleh Kalah pada Delapan Pertandingan Tersisa di Liga 1 Jika Ingin Finish Tiga Besar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pasien-varian-omicron-jakarta-kembali-bertambah.jpg)