Sabtu, 25 April 2026

Berita Jakarta

Selama 2 Pekan, Ada 80 Kasus Varian Omicron di Jakarta Selatan

Helmi mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan tracing, testing, dan treatment (3T) terhadap warga yang terpapar Covid-19.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Feryanto Hadi
istimewa
Pasien Varian Omicron Jakarta kembali bertambah, kali ini satu keluarga pulang dari luar negeri langsung kena virus corona 

WARTAKOTALIVE.COM, MAMPANG PRAPATAN -Total ada 80 kasus Covid-19 varian Omicron di Jakarta Selatan selama dua pekan terakhir. Kasus Omicron tersebar di hampir seluruh kecamatan.

Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan M Helmi mengatakan bahwa saat ini pihaknya sibuk mengklasifikasi varian Covid-19 yang menjangkit pasien.

Klasifikasi baru dapat dilakukan setelah pasien positif Covid-19 terjangkit virus selama lima hari.
"Total kasus Omicron sekira 80 kasus. Sementara yang lainnya masih menunggu pemeriksaan varian apa yang menjangkit," ujar Helmi dihubungi Minggu (23/1/2022).

Camat: Kasus Omicron di Cilandak Berawal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Helmi menyebut varian Omicron tersebar di hampir semua kecamatan di Jakarta Selatan yakni di Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pasar Minggu, Tebet, Setiabudi, Mampang Prapatan, dan Pesanggrahan.

Sampai saat ini, baru Kecamatan Pancoran yang masih terbebas dari varian Omicron.

Helmi mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan tracing, testing, dan treatment (3T) terhadap warga yang terpapar Covid-19.

Baca juga: Taman Mal Graha Cijantung Dipadati Masyarakat saat Kasus Covid-19 Varian Omicron Meningkat

Pemeriksaan ditambah dengan uji laboratorium untuk menentukan varian Covid-19 yang menjangkit pasien.

Saat ini, dari 80 orang, sebagian pasien Omicron sudah dinyatakan sembuh. Namun Helmi belum mengetahui jumlah pasien Omicron yang sembuh dari Covid-19.

"Omicron ketahuan setelah pemeriksaan lima hari sampai satu minggu, setelah itu enggak lama kemudian sudah banyak yang sembuh," jelasnya. 

Wapres minta Pemprov DKI perketat PTM

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendukung langkah Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang meminta Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen akan diperketat jika kasus Covid-19 meningkat.

"Kami sangat senang dan menghargai, betul seperti yang disampaikan oleh Wapres Pak Kyai Ma'ruf Amin bahwa seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 Omicron kita perlu ada pengetatan," ucap Ariza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (21/1/2022) malam.

Baca juga: Tri Adhianto Jamin Stok Vaksin Booster di Kota Bekasi Cukup Hingga Bulan Ini

Orang nomor dua di Ibu Kota ini mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan langkah pencegahan.

"Banyak hal yang kita lakukan yang pertama kita selalu mengikuti regulasi terkait Omicron maupun Covid-19. Kedua, kita pastikan kehadiran Satgas dari tingkat nasional provinsi bahkan sampai ke sekolah," jelas dia.

"Ketiga, kita percepat pelaksanaan vaksin yang ada apakah bagi booster atau bagi anak-anak yang masih belum atau siapa saja yang mungkin belum. Keempat, kita terus koordinasikan dengan temporis seluruh jajaran,bentuk kerjasama meningkatkan monitoring dan pengawasannya," ungkap Ariza.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved