Persija Jakarta
Jakmania Bebani Sudirman Persija Jakarta tak Boleh Kalah agar Finish Tiga Besar Liga 1
Jakmania menaruh harapan dan tugas berat di pundak Sudirman, pelatih baru Persija Jakarta. Yakni tak boleh kalah guna finish tiga besar Liga 1.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pelatih anyar Persija Jakarta, Sudirman, mendapat tugas berat, setelah meggantikan posisi Angelo Alessio.
Kini, klub berjulukan Macan Kemayoran itu duduk di peringkat kedelapan dengan 29 poin.
Sementara, Jakmania ingin Macan Kemayoran finish tiga besar Liga 1 musim ini.
Tentu ini bukan tugas mudah, mengingat Liga 1 2021/2022 sudah berjalan setengah musim.
Baca juga: Setelah Jadi Korban Mafia Tanah, Dino Patti Djalal Terseret di Pusaran Formula E
Demikian disampaikan Kabid Litbang PP The Jakmania, Afrizal Kasriyanto, Rabu (19/1/2022).
"Tantangan Sudirman mengembalikan Persija di jalur kemenangan. Kita sudah kehilangan cukup banyak poin," ucap Afrizal.
"Di tiga pertandingan terakhir harusnya bisa dapat sembilan poin, tapi kita cuma dapat empat poin. Harusnya bisa sembilan poin bawa kita ke papan atas, cuma nyatanya tidak," sambungnya.
Tugas berat Sudirman selanjutnya adalah membawa Persija finish di tiga besar klasemen Liga 1 pada akhir musim, sebagaimana ditargetkan manajemen.

"Bebannya Sudirman sekarang tinggal mengembalikan Persija untuk kembali ke jalur kemenangan dan finish di peringkat tiga besar," ucap Afrizal.
Masih ada delapan pertandingan tersisa bagi Sudirman di putaran kedua.
Untuk bisa mewujudkan target manajemen, berarti pelatih yang berjulukan Coach Jend ini tidak boleh mengalami kekalahan di sisa pertandingan yang ada.
"Kalau masih mau finish di tiga besar pada akhir musim kita harus memaksimalkan yang ada. Sudirman berarti optimalkan sisa pertandingan yang ada," tutur Afrizal.
Baca juga: Kluster Covid-19 Bertambah, Puluhan ASN di Kelurahan Gondangdia Terpapar Virus Berbahaya itu
Secara objektif, target finish di peringkat tiga besar klasemen pada akhir musim masih terbuka lebar.
"Memang sudah berat untuk bisa menjadi juara Liga 1, sudah sulit mengejarnya. Tapi kalau kans untuk finish di tiga besar itu masih ada," ucap Afrizal.
Jakmania sendiri tidak meragukan kualitas Sudirman dalam beradaptasi dengan seluruh pemain Persija.
"Dia di Persija sudah lama, tidak hanya setahun atau dua tahun walau banyaknya jadi asisten pelatih,” ujar Afrizal.
“Seharusnya dia sudah mengerti pemain seperti apa, formasinya seperti apa, siapa yang jadi starting XI, tentunya dia sudah paham," paparnya.

Kronologi penunjukkan Sudirman
Keputusan manajemen Persija Jakarta menunjuk Sudirman sebagai pelatih, tentu tak srta-merta.
Manajemen klub melakukan diskusi panjang dan analisa, hingga menyimpulkan bahwa sosok Sudirman yang selama ini menjadi asisten pelatih, dinilai mengetahui luar dalam skuad berjulukan Macan Kemayoran ini.
"Setelah melewati berbagai diskusi dan mempertimbangkan segala hal, kami memutuskan untuk kembali mempercayakan kendali tim utama kepada Coach Sudirman dalam mengarungi lanjutan BRI Liga 1 musim ini," kata Presiden Klub Persija Mohammad Prapanca.
Baca juga: PHRI Harap Dukungan Pemkab Bekasi di Sektor Pariwisata
"Coach Jend tentu sudah sangat memahami karakter seluruh pemain, sehingga tidak memerlukan waktu lagi untuk beradaptasi," sambungnya.
Seperti diketahui, hingga pekan ke-20 Liga 1 musim 2021/2022, Persija tampil tak memuaskan.
Persija saat ini berada di peringkat kedelapan klasemen dengan 29 poin, terpaut 14 angka dari pemuncak klasemen Bhayangkara FC.
Tujuh kemenangan, delapan hasil imbang dan lima kekalahan, menjadi pertimbangan yang cukup bagi manajemen untuk mendepak Angelo.
Sudirman yang menjadi pelatih pengganti di tengah berlangsungnya kompetisi memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang cukup berat.
Yang pertama tentu mengembalikan Persija ke jalur kemenangan, setelah di tiga pertandingan awal putaran kedua Liga 1 hanya mampu meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Pekerjaan rumah lain yang dimiliki Sudirman yakni mengantar Persija finish di peringkat tiga besar klasemen di akhir musim, sebagaimana ditargetkan manajemen.
Prapanca pun tak sungkan mengakui bahwa manajemen Persija memiliki harapan besar pada sosok Sudirman.

"Kami berharap dia dapat mengangkat performa Persija menjadi lebih baik," tutur dia.
Sudirman sendiri mengaku siap mengemban tanggung jawab sebagai pelatih kepala meneruskan Angelo Alessio.
Bagi Sudirman, kondisi ini bukanlah pertamakali dia alami.
Namun dia meminta agar semua elemen di dalam tim untuk mau bahu membahu satu sama lain, demi mengembalikan Persija ke jalur kemenangan.
"Momen ini bukan lah yang pertama bagi saya. Sebelumnya saya sudah pernah melanjutkan tanggung jawab seperti ini. Yang jelas, sekarang semua elemen tim harus saling menopang agar tim tetap kuat," tuturnya.
"Pekerjaan kami memang tidak mudah. Kami sadar bahwa performa kami masih jauh dari kata maksimal. Jadi tugas saya adalah memimpin tim agar kembali bisa bersaing ke papan atas," ucap Coach Jend, sapaan akrab Sudirman.