Rabu, 6 Mei 2026

Virus Corona

Epidemiolog Duga Kasus Omicron di Indonesia Delapan Kali Lebih Banyak dari yang Dilaporkan

Meski berdampak positif sebagai proteksi, vaksin Covid-19 belum efektif melindungi hingga 100 persen.

Tayang:
Dokumentasi Pribadi Dicky Budiman
Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman memprediksi mayoritas ledakan pertama kasus Omicron terjadi di Jawa-Bali, karena karakter Covid-19 yang menyebar pada mobilitas. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Meski berdampak positif sebagai proteksi, vaksin Covid-19 belum efektif melindungi hingga 100 persen.

Sehingga, perlu waspada dalam beraktivitas di luar rumah, khususnya bagi anak-anak yang melakukan pembelajaran tatap muka. Apalagi, anak-anak di bawah usia 6 tahun yang belum bisa divaksin.

Kemudian juga anak di usia 6-19 tahun kemungkinan baru disuntik satu dosis. Di sisi lain, mungkin kondisi fisik anak yang menyebabkan belum bisa divaksin.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Tambah Jadi 133, di Bali Cuma Satu

Menurut epidemiolog Griffith University Dicky Budiman, hal ini perlu dijadikan pertimbangan, di samping terjadinya tren kenaikan kasus akibat varian Omicron.

Sehingga, perlu diingatkan pada pihak sekolah dan orang tua, untuk anak yang akan melakukan PTM, harus sudah divaksin dua dosis. 

"Kalau Jakarta enggak terlalu khawatir, karena kita tahu Jakarta ini memiliki kapasitas jauh lebih baik."

Baca juga: Kapolda Papua Minta Anak Buahnya Bersikap Bertahan, Jangan Serang KKB Duluan

"Tapi bicara luar Jakarta sudah beda lagi tu. Misalnya yang berbatasan dengan Jakarta, yaitu Jawa Barat dan Banten," tutur Dicky.

Dicky sangat mendukung pemberlakuan pembelajaran tatap muka kembali.

Namun, tren peningkatan harus menjadi perhatian bersama. 

Baca juga: Ubedilah Badrun: Tafsir Tudingan Hasto Keliru Besar, Saya Bukan Anggota Partai

"Dalam tren ini, harus betul-betul melihat kasus per hari."

"Dan Jakarta saat ini memang disebut sebagai medan perang pertama."

"Kasus temuan kita, kemungkinan besar di masyarakat 8 kali lebih besar dari yang ditemukan dan dilaporkan," ungkapnya.

Baca juga: Senin Pekan Depan Komisi II DPR Undang Mendagri, KPU, dan Bawaslu Putuskan Jadwal Pemilu 2024

Menurut Dicky, hal ini merujuk pada pola yang ada dan kasus berkemungkinan jauh lebih besar.

Ia pun memprediksi mayoritas ledakan pertama terjadi di Jawa-Bali, karena karakter Covid-19 yang menyebar pada mobilitas. (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved