Kabar Tokoh
Pengakuan Jenderal Sutarman Pernah Menerima Uang Suap dan Hadiah dari Seseorang
Sebagai perwira tinggi Polri, Komisaris Jenderal Sutarman mengakui pernah menerima sejumlah uang dan hadiah dari seseorang.
WARTAKOTALIVE.COM. JAKARTA - Jauh sebelum diberhentikan Jokowi, mantan Kapolri Jenderal Sutarman mengaku pernah menerima sogokan dan hadiah.
Sebagai perwira tinggi Polri, Komisaris Jenderal Sutarman mengakui pernah menerima sejumlah uang dan hadiah dari seseorang.
Sutarman menuturkan, dirinya ketika itu sangat marah hingga membuat sebuah tulisan di meja kerjanya yang mengharamkan semua tamunya memberikan barang ataupun uang.
"Saya pernah marah sekali. Ada seseorang yang memberikan uang, saya tahu ini enggak benar. Pernah juga saat saya di Kapolda Metro, padahal saya sudah melarang."
"Sampai akhirnya saya buat di meja tulis, siapa pun diharamkan memberikan sesuatu kepada saya," ucap Sutarman saat berbincang dengan Komisi III DPR di kediamannya di Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (9/10/2013).
Baca juga: Jenderal Sutarman Menangis Bukan Karena Diberhentikan Jokowi, Tapi karena Sosok Terhormat Ini
Upaya suap bukan saja diterima Sutarman.
Istri Sutarman, Elly Sugiarti, juga kerap didekati oleh orang yang meminta promosi jabatan atau hal lain.
"Pernah ada bungkusan ke istri saya. Saya minta itu kembalikan karena enggak benar. Sebelum Undang-Undang Tipikor ini berlaku, saya memang sudah menolak hadiah-hadiah yang terkait dengan jabatan saya," ucap Sutarman.
Saat anak sulungnya, Devina Ekawati, menikah dengan seorang anggota polisi, Sutarman juga mencantumkan di dalam undangan tidak menerima hadiah dalam bentuk apa pun.
Rangkaian bunga yang sudah telanjur diterima pihak keluarga, kata Sutarman, juga sudah dilaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Saya sudah bilang ke semua anggota keluarga agar penerimaan dan pemasukan dicatat dengan rapi semenjak ada Undang-Undang Tipikor itu. Supaya kalau ada apa-apa, kita bisa menjelaskannya," ujar Sutarman.
Elly mengamini apa yang diungkapkan sang suami.
Semenjak peristiwa upaya penyuapan itu, Elly mengaku jadi lebih berhati-hati dalam berkawan.
"Pada saat Mas jadi Kapolda atau Kapolres, itu banyak sekali berbondong-bondong mendekat. Saat tidak menjabat apa pun, justru menjauh. Saya berusaha untuk lebih arif ke depan," kata Elly.
"Lebih bagus saya jualan soto saja (daripada terima suap). Satu tempat bisa dapat Rp 30 juta," sambung Sutarman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mantan-kapolri-jenderal-sutarman23.jpg)