Tanggul Longsor yang Nyaris Timbun Tiga Keluarga saat Tertidur Lelap di Bekasi, Diperbaiki Sementara

Perbaikan sementara, kata Henri dilakukan dengan cara menempatkan karung berisi tanah tepat di area yang mengalami longsor.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Rangga Baskoro
Rumah yang hancur akibat tertimpa tanggul Sungai Citarum di Cabangbungin. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln menjelaskan pihaknya saat ini tengah melakukan perbaikan sementara atas tanggul longsor yang menimpa tiga rumah warga di RT 005/03, Kampung Tapak Serang, Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.

Dalam peristiwa yang terjadi Selasa (11/1/2022) malam itu, tiga keluarga yang tertidur lelap nyaris tertimbun tanggul longsor.

Perbaikan sementara, kata Henri dilakukan dengan cara menempatkan karung berisi tanah tepat di area yang mengalami longsor.

"Untuk menghindari longsor susulan, kami meletakkan karung-karung yang diisi tanah untuk menahan pondasi tanggul," kata Henri saat dikonfirmasi, Rabu (12/1/2022).

Henri menjelaskan sebanyak tiga rumah rusak akibat insiden yang terjadi pada Selasa (11/1/2022) malam itu.

Rumah yang ditempati oleh warga bernama Naseh mengalami rusak yakni hancur di bagian dapur.

"Kemudian rumah Bapak Kasum mengalami rusak sedang di bagian tembok belakang," tuturnya.

Baca juga: Wali Kota Tangsel Perbolehkan Isolasi Mandiri Bagi Warga Terpapar Omicron

Baca juga: Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak PPN dan PPh Kesehatan Hingga Akhir Juni 2022

Baca juga: Korban Hanyut di Dramaga Ditemukan di Sungai Cisadane, Begini Kondisinya

Sedangkan rumah yang ditempati warga bernama Nata mengalami kerusakan yang paling parah di mana pondasi atap bagian belakang roboh hingga menimpa bangunan.

"Alhamdullah tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Total kerugian masih kami estimasi," ucap Henri. 

Sebelumnya Pemerintah Desa Lenggahjaya meminta agar tiga keluarga yang menempati tiga rumah yang hancur akibat tertimpa longsor tanggul Sungai Citarum, untuk mengevakuasi diri dan pindah sementara.

Baca juga: Hujan Deras Guyur Wilayah Kota Bekasi, Tinggi Muka Air di Tiga Aliran Sungai Terpantau Normal

Baca juga: Pluang Raih Pendanaan Tambahan Senilai 55 Juta Dolar Amerika Serikat yang Dipimpin Accel

Baca juga: Sebelum ke India, Timnas Wanita Indonesia Bakal Uji Coba Dengan Tim Persib Bandung Wanita

Kepala Desa Lenggahjaya Sadih M Farhan menjelaskan hal itu dilakukan untuk menghindari longsor susulan mengingat intensitas hujan di beberapa hari ini sedang tinggi-tingginya.

"Saya khawatir ada longsor susulan karena kan memang masih hujan-hujan terus. Jadi lebih baik untuk sementara pindah dulu," kata Sadih saat dikonfirmasi, Rabu (12/1/2022).

Sadih mengharapkan agar pemerintah pusat segera turun tangan melakukan perbaikan tanggul secara permanen sehingga warganya yang tinggal di kaki tanggul tidak was-was.

"Kalau bisa untuk pemerintah pusat, segera bikin tanggul permanen. Karena menurut saya perbaikan darurat bukan solusi terbaik," ungkapnya.

Baca juga: Velline Chu Ajukan Proses Rehabilitasi Usai Ditangkap Karena Narkoba, Siap Jalani Assessment di BNN

Baca juga: Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak PPN dan PPh Kesehatan Hingga Akhir Juni 2022

Baca juga: Pagar Besi Pengaman Proyek yang Dibangun di Trotoar Jalan Pangeran Antasari Sudah Dibongkar

Sementara itu, Kasum (47) seorang warga yang rumahnya hancur tertimpa longsor, juga mengharapkan agar BBWS Citarum untuk mempermanenkan tanggul yang selama ini hanya dipasang bambu dan beronjong.

"Kami khawatir kalau longsor lagi, tolong kami pak biar dibikin tanggul permanen di sini. Biar enggak longsor lagi," tutur Kasum. 

Seperti diketahui tanggul penopang Sungai Citarum di RT 005/03, Kampung Tapak Serang, Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, kembali amblas dan longosr.

Kali ini, longsoran lahan menimpa tiga rumah warga yang berada di sebelahnya.

Baca juga: Jadi Pengurus PBNU, Khofifah: Bukan Hanya Keagamaan, Tapi Kualitas Hidup Perempuan

Baca juga: Jadi Perempuan Pertama Pengurus PBNU, Alissa Wahid: Ini untuk Umat Dunia

Baca juga: Keluarga Ajukan Permohonan Rehabilitasi terhadap Pedangdut Seksi Velline Chu

Hal itu menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan yang sangat parah.

Kasum (47) pemilik rumah yang tertimpa longsor menceritakan insiden itu terjadi, Selasa (11/1/2022) malam.

"Tadi malam memang hujan deras dari maghrib sampai dini hari," ungkap Kasum saat dikonfirmasi.

Kemudian pada pukul 22.00 WIB, kata Kasum, tanah penopang tanggul sedikit demi sedikit mengalami longsor.

Namun Kasum terlambat menyadarinya sehingga tak lama berselang, tanah berjatuhan dan menimpa bangunan rumahnya di bagian belakang.

Baca juga: Tanggul Sungai Citarum di Cabangbungin Kembali Longsor, Kali Ini Menimpa Tiga Rumah Warga

Baca juga: Tidur Lelap, Tiga Keluarga di Cabangbungin Nyaris Tertimbun Longsoran Tanggul Sungai Citarum

Baca juga: KT&G SangSang Univ. Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta Kolaborasi Kembangkan Kualitas SDM

"Posisi saya untungnya lagi di depan rumah, enggak tahunya langsung ada suara robohan dari belakang, rumah juga bergetar. Pas saya cek ternyata bagian belakang sudah hancur," ucapnya.

Ia pun bergegas membangunnya anak istrinya yang telah tertidur lelap untuk menyelamatkan diri ke luar rumah.

Setelah berada di luar rumah, menurut Kasum, ternyata tetangga di sebelah rumahnya juga mengalami hal serupa.

"Pas keluar ternyata tetangga kanan dan kiri saya rumahnya juga hancur, sama mereka juga nyelametin diri keluar rumah," ungkap Kasum.

Baca juga: KT&G SangSang Univ. Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta Kolaborasi Kembangkan Kualitas SDM

Baca juga: Hujan Deras Guyur Wilayah Kota Bekasi, Tinggi Muka Air di Tiga Aliran Sungai Terpantau Normal

Baca juga: Pluang Raih Pendanaan Tambahan Senilai 55 Juta Dolar Amerika Serikat yang Dipimpin Accel

Diketahui bahwa longsornya tanah penopang tanggul Sungai Citarum juga pernah longsor di titik yang sama pada Senin (3/1/2022) lalu.

Kala itu, tanah yang mengalami longsor sepanjang 300 meter dan amblas sedalam 3 meter.

Meski telah dilakukan pengecekan oleh unsur kecamatan, namun hingga kini belum ada perbaikan yang berarti sehingga kali ini berdampak pada warga yang tinggal di kaki tanggul. (abs)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved