Virus Corona

Pasien Varian Omicron di Indonesia Bertambah Jadi 506, Kebanyakan Gejala Ringan hingga OTG

Pasien varian omicron makin meningkat, per 10 Januari jumlahnya ada 506 pasien. Dengan gejala ringan hingga tanpa gejala

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ilustrasi - penambahan pasien varian omicron dengan gejala ringan foto Seorang pasien Covid-19 dengan varian Omicron dijemput dari apartemen Green Bay Condo, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (28/12/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Berikut ini update pekembangan kasus covid varian omicron di Indonesia. 

Kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia terus mengalami kenaikan.

Data terbaru Kemenkes, Senin (10/1/2022), kasus Omicron bertambah sebanyak 92 pasien.

Sehingga kini total kasus Omicron mencapai 506 pasien.

Namun dari penemuan kasus baru itu, rata-rata pasien omicron dengan gejala ringan atau tanpa gejala. 

Tak hanya kasus konfirmasi, kasus probable Omicron juga terus mengalami peningkatan.

Hingga Senin (10/1/2022), terdeteksi ada 1.384 probable Omicron yang didapatkan dari pemeriksaan SGTF.

Baca juga: Pemkab Bogor Perketat Pengawasan Obyek Wisata untuk Mencegah Masuknya Varian Omicron

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi menjelaskan penambahan kasus konfirmasi  Omicron masih didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat menjadi pembicara dalam Webinar
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat menjadi pembicara dalam Webinar "Strategi Mewujudkan 2 Juta Dosis Vaksinasi COVID-19" yang diselenggarakan Forum Alinea secara virtual, Kamis (1/7). (warta kota/mochammad dipa)

Sementara, 84 dari 506 pasien merupakan kasus transmisi lokal.

Melihat angka Omicron yang terus meningkat, Nadia meminta masyarakat untuk siap hadapi lonjakan Omicron.

Hal itu mengingat karakteristik laju penyebaran Omicron yang cepat.

“Jika dilihat dari perkembangannya, konfirmasi omicron cenderung mengalami peningkatan."

"Dari pemeriksaan SGTF, kasus probable omicron pada PPLN cenderung meningkat."

"Hasil WGS juga menunjukkan proporsi varian Omicron yang mulai mendominasi," ungkap Nadia, dikutip dari laman Kemenkes, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: Wagub DKI Tetap Teruskan PTM 100 Persen Meski Ada Kasus Omicron di SMAN 71

Meskipun demikian, Nadia mengatakan kasus konfirmasi Omicron mayoritas bergejala ringan hingga tak bergejala alias OTG.

Untuk itu, pihaknya akan menggencarkan telemedicine bagi pasien Omicron yang malukan isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Keputusan Menggratiskan Vaksin Booster Dinilai Sudah Tepat, Demi Terhindar dari Varian Omicron

Dari sisi teurapetik, Kemenkes juga akan menyertakan penggunaan obat Monulpiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien dengan gejala ringan.

Baca juga: Empat Warga Tangsel Terkonfirmasi Positif Varian Omicron, Satu Orang Pulang dari Amerika Serikat

Selain itu pemerintah juga menggencarkan tracing dan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster.

Strategi Baru Kemenkes: Siapkan 17 Telemedicine untuk Pasien Isolasi Mandiri

Sebelumnya, Kemenkes mengeluarkan strategi baru untuk menghadapi kasus Covid-19 varian Omicron yang terus meningkat.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan mayoritas pasien konfirmasi Omicron bergejala ringan hingga tanpa gejala (OTG).

Sehingga, pasien tak membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit.

Pihaknya kini akan fokus kepada penanganan pasien konfirmasi Omicron untuk isolasi mandiri.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi di Mal Central Park, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Senin (23/8/2021)
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi di Mal Central Park, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Senin (23/8/2021) (Warta Kota)

Menurut dia, pasien hanya perlu jalani isolasi mandiri di rumah dengan diberikan suplemen vitamin maupun obat terapi tambahan yang telah diizinkan penggunaannya oleh pemerintah.

"Kenaikan transmisi omicron akan jauh lebih tinggi daripada delta, tetapi yang dirawat lebih sedikit."

"Sehingga strategi layanan dari Kemenkes dari yang sebelumnya ke RS sekarang fokusnya ke rumah. Karena akan banyak yang terinfeksi namun tidak perlu ke RS," kata Menkes dalam konferensi persnya, Senin (10/1/2022) dikutip dari laman Kemenkes.

Baca juga: Menkes: Indonesia Masuk 5 Besar Negara dengan Cakupan Vaksinasi Tinggi, Stok Vaksin 140 Juta Dosis

Untuk itu, Kemenkes bekerjasama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien isolasi mandiri Covid-19 di rumah.

17 platform tersebut di antaranya Alodokter, Getwell, Good Doctor, Grabhealth, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, YesDok, Aido Health, Homecare24, Lekasehat, mDoc, Trustmedis, dan Vascular.

(Tribunnews.com/Shella Latifa)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kasus Omicron di RI Capai 506 Pasien, Kemenkes Minta Masyarakat Siap Hadapi Lonjakan Covid-19

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved