Rabu, 20 Mei 2026

Penyebaran Omicron

William Aditya Sarana Ingatkan Anies Baswedan Terkait Ancaman Penyebaran Virus Omicron di Jakarta

Provinsi DKI Jakarta berpotensi besar menjadi pusat penyebaran Covid-19 varian Omicron, karena Ibu Kota merupakan gerbang masuk dan keluar perjalanan.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Sigit Nugroho
Ricky Martin Wijaya
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Aditya Sarana. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana, mengatakan bahwa DKI Jakarta bisa jadi tempat penyebaran utama Covid-19 varian Omicron.

Dia khawatir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kecolongan dalam melakukan pengawasan.

Jakarta memang berpotensi besar menjadi pusat penyebaran Covid-19 varian Omicron, karena Ibu Kota menjadi gerbang masuk dan keluar pelaku perjalanan luar negeri maupun domestik.

"Kita lihat sekarang semua berita. Penurunan kunjungan mall dan tempat wisata mengalami penurunan. Namun, kami khawatir Gubernur Anies kecolongan lagi dalam melakukan pengawasan. Ini pola berulang, setiap habis liburan, pengawasan tidak berjalan. Awas Pak, kecolongan lagi," kata William berdasarkan keterangannya, Senin (10/1/2022).

Baca juga: 36 Warga Positif Covid, Kelurahan Krukut Targetkan 500 Warga Jalani Swab PCR pada Senin (10/1/2022)

Baca juga: 36 Orang Terkonfirmasi Varian Omicron, Polisi Terapkan Micro Lockdown di RW02 Kelurahan Krukut

Baca juga: Meski Varian Omicron Menghantui, John Riady Yakin Ekonomi Digital Memainkan Peran Penting di 2022

William berujar bahwa Anies perlu melakukan berbagai langkah antisipasi.

Salah satunya, pengawasan terhadap gedung-gedung perkantoran yang perlu diperketat.

"Seharusnya, Pak Gubernur melakukan langkah antisipasi. Kan tidak mungkin Pak Gubernur sidak setiap saat, terus bikin video marah-marah. Tetapi, ada kawasan yang harusnya menjadi pengawasan utama. Lalu ada yang sedang, dan seterusnya. Jadi, kami harap sistem bisa bekerja," jelas William.

William juga mengingatkan agar Pemprov DKI Jakarta selalu memantau fasilitas kesehatan yang tersedia.

William menerangkan bahwa Pemprov DKI Jakarta harus memiliki perencanaan yang terukur untuk mengantisipasi lonjakan pasien positif.

BERITA VIDEO: Jerinx SID Ingin Pengadilan Hadirkan Dokter Tirta Sebagai Saksi

"Dulu sempat keteteran, tiba-tiba melonjak. Pakai rem tangan darurat dan segala rupa istilahnya. Saat ini, kami harap semuanya benar-benar dihitung agar masyarakat tidak panik. Kita harus tahu betul kekuatan kita," terang William.

Sementara itu berdasarkan data Dinas Kesehatan  DKI Jakarta, jumlah kasus aktif di Jakarta pada Minggu (9/1/2022) naik sejumlah 281 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 1.874.

Mereka ada yang masih dirawat maupun menjalani isolasi di fasilitaa kesehatan yang disediakan.

"Perlu digarisbawahi bahwa 1.415 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sedangkan, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 393 orang sehingga total 867.302 kasus, yang mana 294 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia. 

Selain itu, Dwi turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan virus varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta.

Dari 407 orang yang terinfeksi, 86,0 persennya atau sebanyak 350 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 57 lainnya adalah transmisi lokal.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved