Sabtu, 11 April 2026

Berita Jakarta

Ada Warganya Suspek Varian Omicron, Wilayah Krukut Jakbar Terapkan Micro Lockdown

Dwi mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan abai terhadap ancaman virus ini.

Warta Kota/Miftahul Munir
Suasana lokasi Swab di Kelurahan Krukut RW02, Senin (10/1/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM GAMBIR -- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Dwi Oktavia buka suara terkait ditemukannya 36 warga Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat yang terpapar Covid-19.

Ia mengatakan untuk wilayah tersebut saat ini, telah menerapkan micro lockdown atau lockdown berskala kecil. 

"Kemudian dari wilayah dilakukan micro lockdown yang dikelola pimpinan setempat dan masyarakat di sana," ucap Dwi saat dikonfirmasi, Senin (10/1/22).

Baca juga: Hasil Swab Hari Ini Warga Kelurahan Krukut, 10 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Lanjutnya, kata dia, temuan kasus pertama itu tidak mempunyai riwayat perjalanan dari luar negeri.

"Kasus yang pertama diketahui tidak mempunyai riwayat perjalanan dari luar negeri, berarti transmisi lokal," tambah Dwi.

Menurut Dwi, kasus temuan Covid-19 di Kawasan Krukut yang pertama bermula dari salah satu warga berserta warga di RT tersebut berpergian bersama pada awal Desember 2021 lalu.

"Ya, awal Desember (ibu R) ini berserta tetangga lingkungan di sekitar rumah di RT tersebut memang berpergian bersama diawal Desember. Walaupun mulai sakitnya (ibu R) ini dari Minggu terakhir lah ya mulai ada keluhan," jelas dia.

Baca juga: Pasien Omicron di Krukut Masih Diperiksa, Puskesmas Tunggu Hasil Laboratorium Selama Seminggu 

Lanjutnya, kata dia, setelah salah satu warga mulai ada keluhan, dilakukan Tracing. Bahkan, tracing juga diperluas kepada warga lain yang berkontak erat.

"Paling awal si (ibu R) ini kemudian tracing diteruskan dan kemudian kepada semua yang pernah berkaitan yang semuanya tinggal juga di daerah Krukut tersebut kita lakukan tracing yang diperluas," jelasnya.

Ia juga mengatakan gejala dari varian Virus Omicron ini ringan, maka banyak warga yang tak menyadari akan ancaman virus tersebut.

"Tapi bisa jadi dia sebenarnya ketularan dari orang lain yang ada di lingkungannya yang tidak terdeteksi, karena kalau Omicron kan gejala mayoritasnya ringan, gak menyadari," ucapnya.

"Itu susahnya Omicron, nggak sadar bahwa dia Covid, kalau kebetulan Omicron gejalanya relatif kelihatan orang-orang yang Omicron ringan sekali gejalanya," ucapnya.

Kendati demikian, Dwi mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan abai terhadap ancaman virus ini.

"Kita sama-sama untuk ingatin orang pakai masker, jaga jarak, karena Omicron gejalanya ringan tapi bisa nularin," ucapnya.

Hingga sampai saat ini, kata dia, proses Tracing masih terus dilakukan. Hal tersebut akan terus dilakukan, hingga tidak ditemukannya penularan yang berkelanjutan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved