Sosok Eneng: Tekun Merawat 65 Anak Kucing dan Anjing Cacat di Rumah Blendy Depok
Eneng adalah salah satu perawat kucing dan anjing cacat di Rumah Blendy, Depok. Ia mengisahkan kedekatannya dengan hewan-hewan malang tersebut.
WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Sosok wanita berkerudung itu adalah Eneng, salah satu perawat kucing dan anjing di Rumah Blendy, Depok.
Saat ditemui Wartakotalive.com, Minggu (9/1/2021), Eneng sedang menggendong Moci, kucing tunanetra yang sejak lama berada di sisinya.
Wanita 20 tahun asal Cianjur, Jawa Barat ini merupakan satu dari tiga perawat Anak Bulu (Anabul) Disabilitas di Rumah Blendy, Depok. Anabul merupakan akronim dari Anak Bulu. Kata ini mengacu pada hewan jenis kucing dan anjing.
Baca juga: Rumah Singgah Clow Parung Bogor Terima Pengadopsi Kucing Disabilitas
Eneng sudah menjadi perawat kucing disabilitas selama lebih 4 tahun.
Sebelum dipercaya menjadi perawat hewan di Rumah Blendy, sebelumnya ia bekerja di Shelter Clow, Parung, Bogor.
Shelter Clow merupakan penampungan hewan disabilitas dan kucing jalanan yang diasuh oleh Bimbim. Clow sendiri merupakan singkatan dari Cat Lovers World, yaitu pencinta kucing di dunia.
Baca juga: Pandemi Covid-19 Membuat Populasi Peliharaan Kucing dan Anjing Meningkat
Dalam melaksanakan tugasnya, Eneng dibantu oleh suami dan seorang rekannya.
Menurut cerita Eneng, awal ia terjun menjadi perawat kucing karena ikut suaminya.
"Ikut suami saya, sebelum di Rumah Blendy, suami saya juga aktif di Shelter Clow dan Klinik Amore, jadi paramedis. Bantu-bantu dokter kalau lagi streril hewan," kata Eneng saat ditemui di Rumah Blendy yang terletak di Perumahan Telaga Golf, Depok, Jawa Barat pada Ahad (9/1/2022), siang.
Lebih lanjut, kata Eneng, kecintaannya akan kucing menjadi alasan baginya untuk bekerja sebagai perawat hewan.
Ia mengaku, merawat kucing juga dia lakukan di kediamannya di wilayah Cianjur, Jawa Barat.
"Kalau di rumah sih kucing liar. Pagi ke rumah, siangnya pergi doang. Numpang makan. Engga ngerawat. Makin sayang sama kucing pas kerja di Shelter Clow," sambung Eneng.
Sebelum menjadi perawat di Rumah Blendy, Eneng bersama sang suami juga sempat menjadi perawat di Shelter Clow, Parung, Bogor. Eneng mengatakan, selama menjadi perawan kucing, ia juga merasa mengalamu suka duka.
"Sukanya saya karena sayang sama kucing. Dukanya kadang suka kecakar. Dicakar dan digigit sudah biasa. Dari kecil sudah suka kucing," ujarnya.
Baca juga: Cerita Gubernur Anies Bersama Lego, Kucing Berkaki Tiga yang Istimewa
Dari puluhan kucing yang ada di rumah seluas 1 lapangan bola voli tersebut, mayoritas adalah kucing dewasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/eneng-pemelihara-kucing.jpg)