Selasa, 12 Mei 2026

ONE Championship

Prediksi Jalannya Laga MMA Antara CEO ONE Chatri Sityodtong Vs CEO UFC Dana White

Laga ini akan menjadi tak seimbang karena Chatri Sityodtong pemilik sabuk coklat Brazilian Jiu-Jitsu Sedangkan Dana White dikenal sebagai pebisnis

Tayang:
onefc.com
Chatri Sityodong, CEO dan Chairman dari ONE Championship (kiri) digadang-gadang akan bertarung dengan CEO UFC Dana White setelah unggahan Chatri sedang berlatih di medsosnya menjadi viral 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Laga mixed martial arts (MMA) antara para petarung profesional bukanlah sesuatu yang asing, tapi bagaimana jika yang bertanding adalah CEO dari masing-masing promotor?

Konsep unik ini tengah viral di media sosial setelah video latihan Chatri Sityodong, CEO dan Chairman dari ONE Championship, diunggah akun ONE Championship di Instagram dan Twitter.

Pada kolom komentara berisi pertanyaan “Siapa yang ingin menyaksikan Chatri vs. Dana?” merujuk pada Dana White, bos dari UFC.

Unggahan ini pun mengundang berbagai reaksi baik dari fan maupun atlet profesional.

Banyak komentar menyatakan jika laga ini akan menjadi kontes yang tak seimbang karena Chatri Sityodtong adalah pemilik sabuk cokelat Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) dan telah berlatih Muay Thai selama lebih dari 35 tahun.

Sedangkan Dana White lebih dikenal sebagai pebisnis. Namun, bagaimana kira-kira jalannya laga jika pertarungan ini benar-benar terjadi?

Duel Atas (Stand-up Game)

Karena Chatri Sityodtong telah berlatih Muay Thai selama lebih dari tiga dekade, maka kemampuan tendangan serta pukulannya bisa jadi sebuah senjata mengerikan.

Namun, bukan berarti Dana White tak punya pengalaman sama sekali. Diketahui, ia aktif berlatih tinju sejak usia remaja.

Saat berusia 17 tahun, ia mendalami olahraga yang juga dikenal dengan nama “sweet science” tersebut.

Bahkan, ia juga mulai aktif melatih dalam boxercise – konsep yang menitikberatkan tinju sebagai metode berlatih dibandingkan berkompetisi.

Melihat fakta tersebut, maka pertukaran serangan dalam duel atas bisa sangat menarik.

Muay Thai bisa dibilang lebih agresif karena bisa memanfaatkan delapan anggota tubuh mulai dari kaki hingga sikut. Oleh karenanya, disiplin ini disebut juga sebagai “seni delapan tungkai”.

Namun, praktisi tinju jelas memiliki pukulan baja yang tak kalah mengerikan karena itu memang senjata utama mereka.

Selain itu, pergerakan kaki (footwork) serta kepala (head movement) dalam menghindari serangan lawan juga jadi salah satu nilai lebih dari seorang petinju.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved