Tanah Tanggul Sungai Citarum di Cabangbungin Amblas
Kepala Urusan Desa Lenggahjaya Marsin menjelaskan tanah tanggul mengalami longsor pada Senin (3/1/2022).
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Tanah penopang tanggul di pinggir aliran Sungai Citarum di Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi, amblas.
Akibatnya air sungai berpotensi meluap jika volumenya naik.
Kepala Urusan Desa Lenggahjaya Marsin menjelaskan tanah tanggul mengalami longsor pada Senin (3/1/2022).
Kedalaman tanah yang mengalami longsor dan amblas sekitar 3 meter.
"Awalnya retak doang, lama-lama amblas," tutur Marsin saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Selasa (4/1/2022).
Sebelum mengalami keretakan, katanya volume air di Sungai Citarum mengalami peningkatan selama berhari-hari di akhir tahun 2021 lalu.
Marsin menduga hal tersebut jadi penyebab amblasnya tanah di titik sepanjang 300 meter itu.
Baca juga: Satgas Madago Kontak Tembak dengan Teroris Poso, 1 DPO Ahmad Gazali Tewas
Baca juga: Kakak Laura Anna: Berapapun Tuntutan JPU Kepada Gaga Muhammad, Adiknya Tak Bisa Kembali
Baca juga: Sepanjang Tahun 2021, Sebanyak 348 Angkutan Umum dan Barang di Jakarta Utara Distop Operasi
"Emang bulan Desember kemarin kan hujan mulu, waktu itu airnya sampai naik, cuma enggak melimpas. Mungkin gara-gara itu bagian bawah tanah jadi basah, terus malah amblas pas sekarang udah kering " tuturnya.
Padahal, sambung Marsin, di lokasi tersebut tengah dipersiapkan proyek pemasangan bronjong.
Beberapa bambu juga telah dipasang di bibir sungai.
Baca juga: Jembatan Teletabis Tangerang Dikeluhkan Warga dan Dinilai Tak Ramah Bagi Kaum Disabilitas
Baca juga: Perebutan Juara di Putaran Kedua Sengit, COO Bhayangkara FC Minta Pemain Tampil Tanpa Beban
Baca juga: Sempat Dua Kali Lepas, Petugas PPSU Evakuasi Ular Sanca Sepanjang 3 Meter di Pintu Air Kali Ancol
Pantauan di lokasi, terdapat sedikit ruang di bibir sungai tepat di sebelah tanah yang amblas.
Ruang tersebut dipasang bambu-bambu untuk persiapan pemasangan bronjong.
Akibat longsor, kini ruang antara bibir sungai dan tepian tanah semakin melebar. (abs)