Rabu, 8 April 2026

Virus Corona

WHO Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Dikalahkan pada 2022

WHO optimistis, pandemi Covid-19 akan dikalahkan pada 2022 asalkan negara-negara di dunia bekerja sama untuk menahan penyebarannya.

AFP/FABRICE COFFRINI
Tedros Adhanom Ghebreyesus optimistis, pandemi Covid-19 akan dikalahkan pada 2022. Foto dok: Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. 

WARTAKOTALIVE.COM, JENEWA – Sekretaris Jenderal World Health Organization atau WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus optimistis, pandemi Covid-19 akan dikalahkan pada 2022.

Orang nomor satu di Organisasi Kesehatan Dunia itu menggarisbawahi, hal itu bisa tercapai asalkan negara-negara di dunia bekerja sama untuk menahan penyebarannya.

Optimisme itu dikeluarkan Tedros dalam sebuah pernyataan pada Tahun Baru 2022.

Video: Suasana Malam Pergantian Tahun 2022 di Berbagai Daerah

Dalam pada itu, Tedros juga memperingatkan mengenai nasionalisme sempit dan penimbunan vaksin.

Sejak SARS-CoV-2 pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China, pada akhir 2019, kasus Covid-19 hingga saat ini telah mencapai 287 juta di seluruh dunia.

Selain itu, Covid-19 juga merenggut sekitar 5,5 juta jiwa di seluruh dunia sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (1/1/2022).

Baca juga: Tak Bermanfaat Nyata dan Mahal, WHO Tak Sarankan Plasma Konvalesen untuk Obati Pasien Covid-19

Baca juga: TERBONGKAR Alasan WHO Namai Varian Omicron bukan Varian Xi, Apa Takut Presiden China Xi Jinping?

Saat ini, dunia juga mewaspadai varian Omicron yang kemunculannya diumumkan pada November 2021.

Omicron membuat dunia kembali waspada dengan beberapa negara kembali menerapkan pembatasan.

Covid-19 juga telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari saat ini.

Orang-orang harus terus waspada dalam menjalani kehidupanya saban hari.

Terlepas dari semua itu, Tedros memberikan nada positif dalam pidatonya.

Baca juga: WHO Langsung Naikkan Level Omicron Jadi Varian of Concern, Epidemiolog: Pertanda Sangat Serius

Dia mencatat bahwa sekarang ada lebih banyak alat untuk mengobati Covid-19.

Tetapi dia memperingatkan bahwa ketidaksetaraan yang terus berlanjut dalam distribusi vaksin meningkatkan risiko mutasi virus corona lebih lanjut.

“Nasionalisme yang sempit dan penimbunan vaksin oleh beberapa negara telah merusak kesetaraan dan menciptakan kondisi ideal untuk munculnya varian Omicron,” kata Tedros.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved