Berita Daerah

Jenderal Dudung Bersimpuh di Pusara Salsabila, Minta Maaf ke Ayah Korban atas Kelakuan Anak Buahnya

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman meminta maaf kepada keluarga mendiang Handi Saputra (18) dan Salsabila (14), atas kelakuan anak buahnya.

Tribun Jabar/Lutfi AM
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman memegang pundak ayah Salsabila, Jajang, saat tabur bunga di makam Salsabila, korban kecelakaan di Nagrek, Jawa Barat, Senin (27/12).. 

WARTAKOTALIVE.COM, GARUT --- Dua sejoli, Handi Harisaputra (17) dan Salsabila (14), diketahui hilang usai mengalami kecelakaan pada Rabu (8/12/2021) silam.

Keduanya menjadi korban tabrak lari di kawasan Nagreg, perbatasan Garut dan Kabupaten Bandung.

Keduanya menjadi korban tabrak lari sebelum mayatnya ditemukan.

Video: KSAD Jenderal Dudung Berziarah ke Makam Sejoli Korban Tabrak Lari

Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV, polisi menduga Handi dan Salsabila dibawa oleh pengemudi kendaraan minibus yang menabrak keduanya.

Terduga pelaku penabrakan menggunakan pelat nomor B asal Jakarta.

"Orangnya kabur, kami minta doa mudah-mudahan segera terungkap," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bandung, Kompol Rislam Harfia, Jumat (17/12/2021).

Baca juga: Kisah Tragis Sepasang Kekasih, Jadi Korban Tabrak Lari di Nagrek, Jenazahnya Dibuang ke Sungai

Baca juga: Diduga Pelintir Omongan Jenderal Dudung, Bahar Smith Segera Diciduk Polisi

Atas kejadian tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman meminta maaf kepada keluarga mendiang Handi Saputra (18) dan Salsabila (14), sejoli yang menjadi korban tabrakan di jalur Nagreg, yang jasadnya kemudian dibuang di Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah.

Permintaan maaf disampaikan Dudung setelah dari hasil penyelidikan diketahui penabrak Handi dan Salsabila dalam kecelakaan di Nagreg itu adalah tiga oknum anggota TNI AD.

Permintaan maaf itu disampaikan Dudung saat menyambangi kediaman keluarga Salsabila dan Handi di Bandung dan Garut.

Mulanya, Jenderal Dudung mendatangi kediaman Salsabila di Desa Ciaro, Kabupaten Bandung.

Di sana, dia sempat berbincang terlebih dahulu dengan orangtua korban sebelum menabur bunga di makam Salsabila.

Dalam kesempatan itu, Dudung pun sempat mengucap permohonan maaf.

Dengan menggunakan bahasa Sunda, Dudung mengaku prihatin atas perbuatan keji yang dilakukan oleh anggotanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved