Lifestyle
Menelusuri Jejak Thomas Stamford Raffles di Museum Prasasti Jakarta Pusat
Museum Prasasti merupakan museum outdoor, atau diluar ruangan. Museum ini terletak di jalan Tanah Abang I, Kelurahan Petojo, Kecamatan Gambir, Jakpus
Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: LilisSetyaningsih
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Thomas Stamford Raffles salah satu bangsawan Inggris terkenal yang berjasa dalam pendirian negara Singapura.
Selain di Singapura, walaupun hanya sebentar di Indonesia, mantan Gubernur Hindia Belanda ini juga meninggalkan jejak sejarah.
Diantaranya Kebun Raya Bogor, menulis buku History of Java, merintis penemuan Candi Borobudur, serta undang-undang.
Namun, Indonesia juga meninggalkan kesedihan bagi Raffles.
Baca juga: Masyarakat Mengisi Liburan ke Kawasan Wisata, Pengunjung TMII Capai 9.527 di Hari Natal 2021
Baca juga: Cara Mudah Bikin Video Lucu ala Ardit Erwandha, Yuk Ikuti
Istrinya yang pertama, Olivia Mariamne Devenish wafat tahun 1814 dan dimakamkan di Batavia atau Jakarta saat ini.
Makam Olivia bisa dilihat saat ini di Museum Prasasti.
Museum Prasasti merupakan museum outdoor, atau diluar ruangan. Museum ini terletak di jalan Tanah Abang I, Kelurahan Petojo, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat.
Museum Prasasti dulunya merupakan pemakaman Belanda yang diresmikan pada 28 September 1795.
Baca juga: Beri Inisiasi Positif Selama Pandemi, Para Milenial ini diberi Apresiasi dari Rukita
Sebelum dijadikan museum, masyarakat pribumi mengenal lokasi tersebut sebagai Kebon Jahe Kober.
Luas awal Kebon Jahe Kober awalnya adalah 5,5 hektar.
Namun, saat proses pengangkatan, atau pemindahan seluruh jenazah di makam tersebut pada tahun 1975, luas tanah pun diperkecil menjadi 1,3 hektar.
Luas 1,3 hektar pun akhirnya dipergunakan untuk menampilkan prasasti atau nisan yang cukup berharga, hingga dikenal dengan musem prasasti.
Baca juga: Berkegiatan Luar Ruang Jadi aktivitas Refreshing untuk Melakukan Self Healing saat Pandemi
"Museum prasasti ini memiliki 993 koleksi yang diresmikan tahun 9 Juli 1977. Ada nisan yang terbuat dari perunggu, marmer," ujar Eko Wahyudi selaku pemandu wisata kepada Warta Kota, Sabtu (25/12/2021).
Eko mengisahkan, ada beberapa tokoh yang terkenal yang pernah dimakamkan di Kebon Jahe Kober yaitu Johan Harmen Rudolf Kohler, perwira Belanda berpangkat Mayor yang gugur saat menyerang Aceh pada tahun 1873.
Hanya saja, sempat dimakamkan di Lebin Jahe Kober, jasad Kohler pun dipindahkan ke Aceh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/makam-belanda-yang-kini-menjadi-musem-prasasti-di-jakarta-pusat.jpg)