Rabu, 27 Mei 2026

Lifestyle

Strategi Monetisasi Novel ala Penerbit Akad

Akad, penerbit yang baru saja hadir pada Januari 2021 lalu, berhasil “unjuk gigi” dengan deretan novel larisnya.

Tayang:
Editor: LilisSetyaningsih
istimewa
Novel ‘Areksa’ dan ‘Samuel’ telah dipinang oleh MD Entertainment untuk diadaptasi menjadi konten digital series di OTT (Over the Top),” 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Minat membaca buku masih tinggi.

Hal ini terbukti peluncuran buku masih disambut oleh pembaca. Bahkan baru pre-order pun banyak dipesan.

Seperti yang dialami Akad, penerbit yang baru saja hadir pada Januari 2021 lalu, berhasil “unjuk gigi” dengan deretan novel larisnya.

Antara lain, novel “Areksa” yang telah dirilis pada 10 Mei 2021 dan “Samuel” yang baru saja dirilis pada 2 September 2021.

Baca juga: Metaverse Akan Menjadi Masa Depan Manusia

Baca juga: Optimis di Tahun 2022, Hong Tang akan menambah 5 gerai dan 2 gerai multi-brand

Kedua novel yang menyasar segmen Gen-Z dan millennial itu merupakan novel tetralogi yang diterbitkan Akad.

Dua novel tetralogi lainnya, “Eccedentesiast"dan “Marveluna", masing-masing akan dirilis pada akhir Februari dan akhir Juni 2022.

Keempat novel tetralogi itu ditulis oleh Ita Kurniawati, millennial yang lahir 10 Desember 2003. Saat ini, penulis bernama pena “MartabakKolor” atau “ItaKrn” ini tengah duduk di bangku SMA.

Novel “Areksa” bercerita tentang Areksa, sosok cowok tampan, bijaksana, keras, sekaligus menakutkan. Selain Ketua OSIS di SMA Taruna Bakti, ia juga wakil ketua dari  Diamond Gang, geng motor.

Baca juga: Chef Thomas Tirta: Gaya Hidup Sehat Tak Lagi Sekadar Tren, Masyarakat Mulai Selektif Soal Makanan

Di novel ini diceritakan juga bagaimana romansa terjadi antara Areksa dan Alona, hingga perpecahan persahabatan.

Sementara itu, novel “Samuel berkisah tentang tokoh Samuel Erlangga, seorang yang tegas, keras, layaknya singa ketika menghadapi rivalnya.

Sayangnya, hal itu berbanding terbalik dengan sifat aslinya yang manja di rumah jika harus bertemu dengan susu dan botol Spiderman buatan ibunya.

Namun, siapa sangka di balik ketegaran Samuel, ia memiliki trauma masa lalu yang selalu menghantui sejak dua tahun terakhir.

Baca juga: Kejar Studi Master ke Jepang, Beasiswa Ajinomoto Sudah Dibuka

Wanita yang dicintainya meninggal atas kesalahan dirinya. Sejak itulah, ia tidak ingin lagi memiliki hubungan percintaan yang serius dengan seorang wanita.

Sampai akhirnya, Ibu dan Ayahnya mengabarkan bahwa dirinya sudah dijodohkan sejak masih kecil dengan anak sahabat Ayahnya yang ternyata wanita manja dan menyebalkan.

Satu hal yang membuat Samuel harus menerima perjodohan saat ia lulus kuliah nanti adalah wanita itu menjadi target pembunuhan dari para saingan ayahnya.

Oleh karena itu, Samuel merasa tertantang untuk melindungi wanita tersebut yang tak lain adalah Azura atau Rapunzel.

Hanya dalam kurun waktu dua jam masa Pre-Order, “Diary of Canva” berhasil terjual 10 ribu eksemplar.
Hanya dalam kurun waktu dua jam masa Pre-Order, “Diary of Canva” berhasil terjual 10 ribu eksemplar. (istimewa)

Dua novel itu tercatat laris manis.

Dikatakan Andri Agus Fabianto, Direktur Utama Penerbit Akad, saat pertama kali diluncurkan, tepatnya pada saat Pre-Order, novel ‘Areksa’ berhasil terjual 6.000 eksemplar.

Sampai saat ini, novel tersebut sudah terjual lebih dari 15.000 eksemplar. Sementara itu, untuk novel ‘Samuel’, penjualan saat Pre-Order mencapai 20.000 eksemplar.

Sampai saat ini, novel ‘Samuel’ sudah terjual lebih dari 27.000 eksemplar.

Baca juga: Sania Exclusive Masterclass Bantu Kembangkan Usaha Makanan Rumahan plus Modal Usaha Total Rp 50 Juta

Diary of Canva

Tak puas dengan penjualan novel yang laris manis, Penerbit Akad pun memutuskan untuk memonetisasi tokoh lain yang ada di dalam novel “Areksa” dan “Samuel”, yakni tokoh Canva.

Diungkapkan Andri, awalnya, Canva diplot bukan menjadi karakter utama sejak novel ‘Areksa’.

Setelah Novel ‘Samuel’ diluncurkan, ternyata peran Canva mulai mencuri perhatian pembaca.

Bahkan, popularitasnya berhasil menyamai karakter utamanya.

Baca juga: Gandeng Joni Tata dan Komunitas, Repsol Rilis Produk Terbaru Sambil Touring dari Yogyakarta ke Bromo

Sosoknya yang penyayang, dewasa, dan perhatian dengan sahabat-sahabatnya, menjadi kekuatan utama dari karakter Canva.”

Peluang itu pun tidak disia-siakan penerbit Akad.

Oleh karena itu, tokoh Canva pun dimonetisasi dengan dibuatkan produk khusus, yaitu “Diary of Canva”. Keputusan penerbit Akad memonetisasi tokoh Canva dengan menerbitkan “Diary of Canva” tak percuma.

Terbukti, hanya dalam kurun waktu dua jam masa Pre-Order, “Diary of Canva” berhasil terjual 10 ribu eksemplar.

Baca juga: TP-Link Jadi Teman Masa Pandemi dan Era Digital, Bisnis Tumbuh Positif

Tokoh Canva ini juga memiliki akun instagram @canva.tamvan, di mana sebagai akun roleplayer tokoh fiksi, Canva tercatat sebagai tokoh yang memiliki pengikut paling banyak di Indonesia, yakni mencapai 250 ribu pengikut hanya dalam kurun waktu dua bulan.

Bahkan, tagar #CanvaTamvan mampu mencapai 101 juta di platform TikTok. S

elain itu, Canva juga pernah menjadi trending topic nomor empat di Twitter dan peringkat pertama di Spotify.

“Selain Canva, kami juga sudah memonetisasi novel ini dengan menghadirkan Photobook Samuel & Diamond Gang, yang berhasil terjual 10.000 eksemplar.

Bahkan, novel ‘Areksa’ dan ‘Samuel’ telah dipinang oleh MD Entertainment untuk diadaptasi menjadi konten digital series di OTT (Over the Top),” tutur Andri. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved