Bisnis
Coca-Cola Komitmen Kurangi Penggunaan Plastik Hingga 40 Persen
Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) berkomitmen untuk mengambil peran aktif dalam pengendalian sampah plastik.
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sampah plastik di Indonesia terus meningkat mencapai level yang semakin sulit untuk dikelola.
Menurut data The National Plastic Action Partnership (NPAP) Indonesia, Indonesia menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik per tahun, dan 61 persen tidak terkelola.
NPAP Indonesia memperkirakan 620.000 ton sampah plastik masuk ke perairan Indonesia pada tahun 2017, bila tidak ada intervensi, jumlahnya akan meningkat 30 persen pada 2025 menjadi 780.000 ton per tahun.
Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) berkomitmen untuk mengambil peran aktif dalam pengendalian sampah plastik.
Baca juga: Luncurkan Pesan Recycle Me, Coca Cola Ajak Konsumen Untuk Tingkatkan Daur Ulang Plastik
Baca juga: Pemulung Masih jadi Tumpuan Besar Pengelolaan Sampah Plastik di Indonesia, IPCIC Umumkan Pemenang
Lucia Karina, selaku Direktur Public Affair Communications dan Sustainability Coca-Cola Europacific Partners Indonesia mengungkapkan Coca-Cola kini menggunakan teknologi pembotolan terkini melalui Affordable Small Sparkling Package (ASSP) yang menggabungkan berbagai bahan material untuk mengurangi penggunaan plastik hingga 40 persen.
Hal ini sejalan dengan misinya dalam mempersiapkan fasilitas daur ulang botol plastik, serta pemasangan atap panel surya di pabrik Bekasi yang merupakan bagian dari komitmen dalam pengurangan jejak karbon.
“Untuk memperkuat peran kami dalam memberikan nilai yang berkelanjutan, kami juga telah melakukan berbagai upaya dalam memaksimalkan cara kami melakukan bisnis, salah satunya melalui investasi besar pada sistem dan teknologi manufaktur canggih yang telah diterapkan pada proses produksi pabrik secara keseluruhan,” ujar Karina, Sabtu (11/12/2021)
Untuk dapat memperkuat syarat standar yang dijunjung tinggi, investasi dalam membangun laboratorium penjaminan mutu kualitas produk di setiap pabrik juga telah dimanfaatkan.
Baca juga: Bangun Instalasi Panel Surya, Chandra Asri Hasilkan 1.500 Megawatt-jam (MWh) listrik
Baca juga: Dampak Pandemi Mengubah Gaya Hidup Banyak Orang, lebih peduli keluarga, lingkungan, serta kesehatan
Salah satunya pada pabrik Bekasi 1 CCEP Indonesia dengan luas 21,8 hektar yang memiliki rangkaian fasilitas berteknologi tinggi untuk menunjang proses manufaktur.
Edukasi mengenai kualitas produk dari rangkaian brand di bawah lisensi The Coca-Cola Company terus diterapkan salah satunya melalui kunjungan terbuka bagi masyarakat Indonesia di berbagai pabrik CCEP Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia, yakni di Bekasi, Sumedang, Semarang, Pasuruan, Bali, Medan, dan Lampung.
Untuk memastikan keselamatan pengunjung ketika mengunjungi pabrik CCEP Indonesia, perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan ajuan pemerintah Indonesia dan standar industri di seluruh fasilitas, seperti: memakai masker sebagai standar dari prosedur, pengukuran suhu badan, penyediaan hand sanitizer di area pabrik, ajakan untuk selalu mencuci tangan, dan menjaga jarak aman.
Selain itu, seluruh operasi pabrik akan mengikuti arahan PPKM dari Pemerintah yang berlaku. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/penggunaan-plastik-pada-produk-coca-cola.jpg)