Vaksinasi Covid19
Vaksin Booster Disebut Bisa Lindungi Pasien Omicron Gejala Ringan Hingga 75 Persen
Temuan ini merupakan bagian dari data paling awal tentang perlindungan terhadap Omicron.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengatakan, suntikan dosis penguat (booster) vaksin Covid-19, memberikan sekitar 70 hingga 75 persen perlindungan terhadap gejala ringan varian baru Omicron.
Temuan ini merupakan bagian dari data paling awal tentang perlindungan terhadap Omicron, di luar studi laboratorium yang telah menunjukkan penurunan aktivitas penetralan terhadap varian tersebut.
Dikutip dari laman Channel News Asia, Sabtu (11/12/2021), data awal dari real world menunjukkan, omicron memang dapat sangat mengurangi perlindungan pada gejala ringan dari vaksinasi dua dosis awal.
Baca juga: Golongan 44 Bekas Pegawai KPK Tak Berubah Usai Jadi ASN Polri, tapi Gaji Beda
Namun, suntikan booster dapat memulihkan perlindungan hingga batas tertentu.
"Perkiraan awal ini harus diperlakukan dengan hati-hati."
"Namun mereka menunjukkan bahwa beberapa bulan setelah suntikan kedua, ada risiko lebih besar terkena omicron dibandingkan dengan strain Delta," kata Kepala Imunisasi di UKHSA Dr Mary Ramsay.
Baca juga: Dittipikor Polri Bakal Jadi Korps Pemberantas Korupsi, Punya Satgas di Daerah
Ia menambahkan, perlindungan terhadap gejala parah diharapkan menunjukkan persentase lebih tinggi.
"Data menunjukkan risiko ini berkurang secara signifikan setelah vaksin booster."
"Jadi saya mendorong semua orang untuk menerima vaksin booster jika mereka memenuhi syarat," tutur Dr Ramsay.
Baca juga: Tak Lagi Gunakan WGS, Pemerintah Pakai Tes PCR Khusus untuk Deteksi Varian Omicron di Indonesia
Dalam analisis terhadap 581 orang dengan kasus omicron, dua dosis vaksin AstraZeneca dan Pfizer-BioNTech memberikan tingkat perlindungan yang jauh lebih rendah terhadap infeksi simtomatik, dibandingkan dengan apa yang mereka berikan terhadap kasus Delta.
Namun, saat ditingkatkan dengan dosis Pfizer, ada sekitar 70 persen perlindungan terhadap infeksi simtomatik bagi mereka yang awalnya menerima AstraZeneca, dan sekitar 75 persen perlindungan bagi mereka yang menerima Pfizer. (Fitri Wulandari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-vaksin-covid-19.jpg)