Breaking News:

Pelabelan Mengandung BPA, Kemenperin Minta tidak Dikenakan terhadap Kemasan AMDK

Melainkan pelabelan diatur lebih spesifik untuk botol susu bayi dan FCM atau Food Contact Material

Editor: Mohamad Yusuf
ISTIMEWA
Diskusi media bertema Regulasi Kemasan Pangan dan Dampaknya Pada Iklim Usaha dan Perekonomian yang dilakukan secara daring pada Kamis (2/12/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta pelabelan Bisfenol A (BPA) terhadap air minum dalam kemasan (AMDK) tidak dilakukan.

Melainkan pelabelan diatur lebih spesifik untuk botol susu bayi dan FCM atau Food Contact Material

Apalagi, hal tersebut bukan merupakan isu yang sangat urgent di Indonesia.

Hal itu disebabkan sudah ada pengaturan yang cukup ketat menyangkut berbagai persyaratan terhadap kemasan pangan yang mengandung BPA ini.

Mulai dari bahan bakunya, proses produksi dan kemasan yang harus tara pangan, serta hasil pengujian BPOM terhadap migrasi BPA yang menyebutkan bahwa AMDK yang beredar di Indonesia cukup aman untuk dikonsumsi.

“Kemasan pangan yang mengandung BPA itu diduga hanya akan menimbulkan dampak negatif terhadap bayi, balita dan ibu hamil jika digunakan dalam jumlah besar dan pada temperatur tinggi seperti pada penggunaan botol susu bayi," kata Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin, Edy Sutopo, dalam acara diskusi media bertema Regulasi Kemasan Pangan dan Dampaknya Pada Iklim Usaha dan Perekonomian yang dilakukan secara daring pada Kamis (2/12/2021).

"Jadi, kami meminta agar pelabelan BPA Free itu tidak dikenakan terhadap kemasan AMDK melainkan diatur lebih spesifik untuk botol susu bayi dan FCM atau Food Contact Material,” tambahnya.

Edy mengatakan dalam rangka menjaga mutu air mineral dalam kemasan ini sudah ada aturan-aturan yang sangat ketat.

Pertama, mengenai air mineral dalam kemasan ini, menurut Edy, SNI-nya sudah diperlakukan secara wajib dan diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 26 tahun 2019.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved