Breaking News:

Virus Corona

Menkes: Omicron Lebih Cepat Menular dan Bisa Mengelak Vaksin, tapi Tak Lebih Parah dari Delta

Varian yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan ini, dianggap sebagai mutasi yang berbahaya.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Pers Setpres/Kris
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Varian Omicron diduga lebih cepat menular dan menurunkan antibodi dari infeksi maupun vaksinasi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Perhatian dunia, termasuk Indonesia, kini berfokus pada varian baru Covid-19 Omicron.

Varian yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan ini, dianggap sebagai mutasi yang berbahaya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memasukkan varian ini ke dalam kategori yang menjadi perhatian alias Variant of Concern (VoC), meskipun saat ini penelitian masih terus dilakukan.

Baca juga: Zona Kuning Covid-19 di Indonesia Terus Menyusut Menjadi 461 Daerah, Merah dan Oranye Masih Nihil

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Varian Omicron diduga lebih cepat menular dan menurunkan antibodi dari infeksi maupun vaksinasi.

"Nah, sekarang keluar Omicron ini, kenapa cepat sekali dikategorikan sebagai varian berbahaya?"

"Jadi (diduga) lebih cepat transmisinya, atau meningkatkan keparahan, atau dia bisa mengelak imunisasi yang ada," ujar Budi dalam Podcast 'BGS: Kapan Covid-19 Berakhir?' Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Antispasi Varian Omicron Masuk Indonesia, Jokowi Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri

Ia menyampaikan, varian baru ini hampir bisa dipastikan memiliki sifat penularan yang lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya, termasuk delta.

Juga, berpotensi kebal terhadap vaksin Covid-19.

"Nah, si Omicron ini, dia sudah hampir pasti ya, kemungkinan besar dia transmisinya lebih cepat."

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Melonjak Jadi 53, Sumatera Mendominasi

"Kemungkinan besar dia bisa mengelak dari imunitas vaksinasi yang ada sekarang," tutur Budi.

Kendati demikian, terkait tingkat keparahannya, Budi Gunadi menyebut ada kemungkinan varian omicron ini hanya menimbulkan gejala yang lebih ringan dibandingkan varian delta.

"Nah, cuma kemungkinan besar dia juga tidak lebih parah, atau (bersifat) lebih ringan dari delta," ulas Budi Gunadi. (Fitri Wulandari)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved