Breaking News:

UMK 2022

Gubernur Jawa Barat Tetapkan Besaran UMK 2022 Karawang Tidak Naik, Buruh Ancam Aksi Besar-besaran

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersikap tegas, mengingat gaji buruh sudah cukup besar, maka UMK pun ditetapkan tak naik.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Warta Kota
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan UMK di wilayahnya dan sebagian tidak naik. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Besaran nilai upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2022 di Provinsi Jawa Barat (Jabar) sudah ditetapkan Gubernur Ridwan Kamil, Selasa (30/11/2021) malam. 

Penetapan tersebut melalui Keputusan Gubernur Jabar Nomor: 561/ Kep.732-Kesra/ 2021 tanggal 30 November 2021 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jabar Tahun 2022.

Baca juga: Ada Keberatan BAP dan Sidang Virtual, Sidang Perdana Dugaan Terorisme Munarman Ditunda

Untuk UMK di wilayah Kabupaten Karawang tetap tidak ada kenaikan. Yakni sebesar Rp4.798.312,00.

Keputusan itu membuat besaran UMK Karawang menjadi turun ke posisi kedua.

Sedangkan posisi pertama UKM tertinggi yakni Kota Bekasi sebesar Rp4.816.921,17.

"Kita kan hanya mengusulkan, tetapi Pak Gubernur meminta untuk direvisi usulannya pada setiap Kabupaten/kota yang mengusulkan tidak sesuai dengan PP 36 tentang pengupahan," kata Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Rosmalia Dewi, Rabu (1/12/2021).

Untuk itu, kata Rosmalis, keputusan final ada di Gubernur Jawa Barat. Keputusan gubernur Kabupaten Karawang untuk tahun 2022 tidak ada kenaikan upah.

Baca juga: Gubernur Anies Baswedan Optimistis Mewujudkan Lingkungan Hidup yang Lebih Baik

"UMK Karawang 2022 Rp 4.798.312 sama dengan tahun 2021," ujarnya.

Mendapati keputusan itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Karawang, Ferry Nuzarli menyangkan. Sebab, seharusnya Gubernur Jawa Barat tidak menggunakan Undang-undang Omnibus Law yang telah dinyatakan inkonsitusional oleh Mahkamah Konstitusi.

"Itu kan sudah jelas MK nyatakan Omnisbus Law Ciptaker inkonstutusional. Artinya tidak perlu merujuk itu," katanya.

Dia menyebut buruh akan melakukan aksi besar-besaran pada 6-8 Desember 2021 di seluruh kota/kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat.

"Kita akan aksi besar-besaran 6-8 Desember, seluruh buruh aksi," katanya.

Berikut besaran UMK 2022 yang telah ditetapkan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil: 

Baca juga: Berkas Perkara Jerinx SID yang Diduga Mengancam Adam Deni Dilimpahkan ke Kejaksaan, Siap Sidang?

1. Kota Bekasi Rp4.816.921,17 
2. Kabupaten Karawang Rp4.798.312,00
3. Kabupaten Bekasi Rp4.791.843,90 
4. Kota Depok Rp4.377.231,93 
5. Kota Bogor Rp4.330.249,57 
6. Kabupaten Bogor Rp4.217.206,00 
7. Kabupaten Purwakarta Rp4.173.568,61 
8. Kota Bandung Rp3.774.860,78 
9. Kota Cimahi Rp3.272.668,50 
10. Kabupaten Bandung Barat Rp3.248.283,28 
11. Kabupaten Sumedang Rp3.241.929,6 
12. Kabupaten Bandung Rp3.241.929,67 
13. Kabupaten Sukabumi Rp3.125.444,72 

14. Kabupaten Subang Rp3.064.218,00 
15. Kabupaten Cianjur Rp2.699.814,40 
16. Kota Sukabumi Rp2.562.434,01 
17. Kabupaten Indramayu Rp2.391.567,15 
18. Kota Tasikmalaya Rp2.363.389,67 
19. Kabupaten Tasikmalaya Rp2.326.772,46 
20. Kota Cirebon Rp2.304.943,51 
21. Kabupaten Cirebon Rp2.279.982,77 
22. Kabupaten Majalengka Rp2.027.619,04 
23. Kabupaten Garut Rp1.975.220,92
24. Kabupaten Kuningan Rp1.908.102,17 
25. Kabupaten Ciamis Rp1.897.867,14 
26. Kabupaten Pangandaran Rp1.884.364,08 
27. Kota Banjar Rp1.852.099,5

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved