Breaking News:

Lifestyle

Cegah Kelahiran Bayi Meningkat, “Kampoeng Andalan” beri Sosialisasi & Pelayanan KB Gratis

Masa pandemi di mana orang diharuskan di rumah saja membuat potensi terjadinya baby boom atau melonjaknya angka kelahiran.

istimewa
Andalan Hadirkan “Kampoeng Andalan” Sosialisasi KB & Beri Pelayanan KB Gratis ke Masyarakat Wonosobo 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Masa pandemi di mana orang diharuskan di rumah saja membuat potensi terjadinya baby boom atau melonjaknya angka kelahiran.

Apalagi masyarakat pedesaan merupakan salah satu masyarakat yang paling rentan terhadap akses pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. 

Selain adanya keterbatasan informasi, edukasi dan juga sarana kesehatan, kondisi pandemi semakin memperparah hal tersebut dikarenakan akses pelayanan kontrasepsi di fasilitas kesehatan termasuk klinik KB juga terdampak, dimana akseptor takut dan enggan untuk datang ke klinik kesehatan dan melakukan KB.

Andalan Hadirkan “Kampoeng Andalan” Sosialisasi KB & Beri Pelayanan KB Gratis ke Masyarakat Wonosobo
Andalan Hadirkan “Kampoeng Andalan” Sosialisasi KB & Beri Pelayanan KB Gratis ke Masyarakat Wonosobo (istimewa)

Untuk menghindari terjadinya lonjakan kelahiran, dan mengajak masyarakat turut berpartisipasi dalam program KB, Andalan Kontrasepsi menyelenggarakan program “Kampoeng Andalan”, sebuah sosialisasi program Keluarga Berencana kepada masyarakat umum dari desa ke desa dengan melibatkan tenaga kesehatan.

Apt. Rony Syamson, S. Farm, Brand Manager Andalan Kontrasepsi mengungkapkan “Sebagai brand kesehatan reproduksi, sudah menjadi kewajiban untuk mengedukasi dan mengingatkan kembali masyarakat mengenai pentingnya program KB.

"Untuk itu, program Kampoeng Andalan ini kami selenggarakan mengingat sosialisasi tentang KB perlu dilakukan secara menyeluruh sehingga dapat menjangkau semua lapisan masyarakat," kata Rony saat berkunjung ke Desa Butuh Lor Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, pekan lalu.

Baca juga: Sayangi diri sendiri dengan self-reward, ini sarannya

Baca juga: 6 Faktor Penting Mencari Rumah Idaman

“Kampoeng Andalan” pertama sudah dilaksanakan pada bulan Mei 2021 lalu di Desa Batujajar Barat, Bandung. 

Kali ini, Kampoeng Andalan hadir di Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Kalikajar.

Desa ini dipilih mengingat Desa Butuh memiliki jumlah penduduk yang cukup besar di Jawa Tengah yaitu sebanyak 3700 pria dan 3400 wanita, dengan jumlah pasutri sekitar 2000 pasangan, dengan rentang penduduk di usia produktif 15 hingga 39 tahun, dan merupakan di wilayah sub urban yang harus disentuh dengan sosialisasi program KB. 

Selain meremajakan fasilitas kesehatan di desa tersebut, Andalan juga melakukan edukasi tentang protokol pencegahan Covid-19 dan juga KB melalui mobil keliling, memberikan KB suntik gratis kepada 400 perempuan usia subur di desa tersebut pada klinik Bidan Andalan yang ditunjuk; dan juga sosialisasi tentang perencanaan keluarga dan menjaga kebersihan kesehatan kewanitaan di GOR Kalikajar Kabupaten Wonosobo.

Andalan Hadirkan “Kampoeng Andalan” Sosialisasi KB & Beri Pelayanan KB Gratis ke Masyarakat Wonosobo
Andalan Hadirkan “Kampoeng Andalan” Sosialisasi KB & Beri Pelayanan KB Gratis ke Masyarakat Wonosobo (istimewa)

Dzikroni selaku Kepala Desa Butuh Kalikajar Wonosobo mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Andalan dan juga DKT Indonesia yang telah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya KB, dan juga turut membantu meremajakan fasilitas kesehatan yang ada.

"Ke depannya, kami berharap bahwa masyarakat kami akan memiliki perencanaan keluarga yang matang dan juga turut serta dalam menyukseskan program KB," katanya.

Rencananya, kegiatan Kampoeng Andalan ini akan dilakukan di empat desa di Pulau Jawa hingga akhir tahun 2021. Selain Bandung dan Wonosobo, Jogja dan Malang juga akan menjadi target sasaran kegiatan ini, karena memiliki karakteristik penduduk usia subur yang tinggi. (lis)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved