Breaking News:

Universitas Indonesia

Hadapi Persaingan Era Industri 4.0, Universitas Indonesia Terapkan Evaluasi Kurikulum Adaptif

Hadapi Persaingan Era Industri 4.0, Universitas Indonesia Terapkan Evaluasi Kurikulum Adaptif yang Dievaluasi per Lima Tahun

Penulis: Muhamad Fajar Riyandanu | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Mochammad Dipa
Universitas Indonesia (UI) menerapkan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) sejak tahun 2020 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Wakil Rektor Universitas Indonesia (UI) Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Abdul Haris, mengatakan perlu adanya penyesuaian kurikulum yang adaptif di zaman industri 4.0.

Maka dari itu, Haris pun mengatakan, kurikulum yang didesain di UI paling tidak harus dievaluasi maksimal per lima tahun.

"Paling tidak lima tahun harus dievaluasi. Nah barangkali zaman sekarang ini kurikulum tiap setahun sekali juga harus dievaluasi, adaptif," kata Haris pada Kamis (25/11/2021).

Guru Besar Bidang Ilmu Geofisika di FMIPA UI ini mencontohkan, sejak penerapan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) pada tahun 2020, jajaran UI harus menyesuaikan kurikulum dengan kegiatan pembelajaran.

"Seperti magang di industri, kemudian membangun proyek desa. Itu perlu direkognisi dalam SKS. Maka kita sesuaikan dengan kurikulumnya agar sejalan dengan capaian pembelajaran. Kita harus responsif dan cepat beradaptasi," sambung Haris.

Baca juga: Terapkan Program MBKM, Universitas Indonesia Bebaskan Mahasiswa Ambil 60 SKS di Luar Program Studi

Baca juga: Masa Industri 4.0, Wakil Rektor Universitas Indonesia Ungkap SDM Lulusan Sains Akan Banyak Dicari

Adapun upaya adaptif yang dimaksud oleh Haris yakni selalu menjalin kolaborasi dan kerja sama dengan mitra industri maupun pemerintah.

"Universitas dengan model pembelajarannya pun harus melibatkan pihak luar seperti pihak industri, dan pemerintah selama membantu proses pembelajaran," jelasnya.

Belum lama ini, ujar Haris, sejumlah mahasiswa UI dengan difasilitasi oleh Dikti berkesempatan untuk kuliah di Google selama 6 bulan.

"Mereka mendapatkan SKS setara 20 SKS. Di sana  mereka diajarin itu bagaimana coding, public speaking. Nanti mereka yang terbaik itu akan langsung diserap oleh Google. Ini hanya satu, mitra-mitra lain seperti Bank Indonesia, ada Apple," paparnya.

Baca juga: Ingin Kuliah di Universitas Indonesia? Wakil Rektor Bidang Akademik & Kemahasiswaan Bagikan Triknya

Baca juga: Selama PPKM Level 2, Universitas Indonesia Persilakan Warga untuk Berolahraga, Asal Tidak Berkerumun

Guna mengoptimalkan proses pembelajaran, UI juga memberikan sejumlah beasiswa kepada mahasiswa yang berpestasi.

Beasiswa yang diberikan datang dari berbagai pihak, seperti beasiswa dari pemerintah maupun dari UI.

"Mahasiswa UI kemarin ada yang ikut Indonesian International Student Mobility, dibiayai oleh Dikti. Sekarang ini kesempatan untuk mendapatkan beasiswa itu sangat luas," jelas Haris.

"Menurut saya ini juga merupakan bagian dari kompetisi ya, karena mereka dituntut untuk lebih baik, banyak belajar. Persaingan ketat tapi peluang banyak," tutupnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved