Breaking News:

Demo Buruh

Plt Bupati Terbitkan Rekomendasi UMK Naik Jadi Rp 5 Juta Usai Demo Buruh di Bekasi Memblokir Jalan

Masa aksi dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi Raya melakukan aksinya di seputar Jalan Raya Pantura.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Sigit Nugroho
TribunBekasi.com
Masa aksi dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi Raya melakukan aksinya di seputar Jalan Raya Pantura. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIKARANG - Selain di Jakarta, unjuk rasa buruh menolak upah minimun kabupaten/kota (UMK) 2022 juga terjadi di Bekasi.

Buruh di Kabupaten Bekasi yang tetap meminta agar UMK 2022 dinaikkan.

Aksi buruh berlangsung di beberapa titik.

Masa aksi dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi Raya melakukan aksinya di seputar Jalan Raya Pantura.

Baca juga: Tagih Janji Gubernur Anies, Ribuan Buruh Kepung Balai Kota DKI di Jakarta Pusat

Baca juga: Menagih Janji Gubernur DKI Anies Baswedan, Ribuan Buruh Geruduk Kantor Balai Kota Jakarta Pusat

Baca juga: BURUH Bersyukur MK Tolak Omnibuslaw, Presiden Buruh KSPSI Andi Ghani Menangis di Atas Mobil Komando

Bahkan, mereka sempat memblokir Jalan Teuku Umar di bawah fly over Tol Cibitung-Cilincing sehingga membuat kemacetan hingga ke ruas Jalan Imam Bonjol.

Namun, pemblokiran tak berlangsung lama, petugas kepolisian langsung meminta massa aksi untuk melanjutkan perjalanan agar lalu lintas tak tersendat.

Seorang massa aksi, Fadil menjelaskan bahwa para buruh menolak penghitungan UMK 2022 yang menggunakan formula berdasarkan PP 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang menyebabkan dewan pengupahan kabupaten (dapekab) tak bisa menaikan besaran UMK lantaran terdapat batas atas UMK sebesar Rp 4.322.420.

BERITA VIDEO: Buruh Bekasi Tuntut Upah Minimum Sektoral, Bicara Upah Pasti Bicara Perut!

"Kalau pakai formulasi itu, UMK-nya enggak bisa naik. UMK 2021 saja di Kabupaten Bekasi sudah Rp 4,7 juta. Padahal, kebutuhan hidup selama pandemi malah meningkat," kata Fadil di lokasi, Kamis (25/11/2021).

Sementara itu, Sekretaris KSPSI Bekasi Raya, Fajar Winarno menuturkan aksi buruh lainnya di kompleks Pemkab Bekasi dilakukan untuk menjemput surat rekomendasi dari Plt Bupati Bekasi Akhmad Marjuki yang sebelumnya telah menyetujui untuk menerbitkan surat tersebut.

"Kami datang untuk mengambil surat seperti yang sudah disepakati pada pertemuan tadi malam di Pak Bupati," ujar Fajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Bekasi, Suhup menyampaikan para elemen buruh meminta agar UMK dinaikkan sebesar 5,51 persen sehingga nilainya menjadi Rp 5.055.874 dari yang awalnya Rp 4.791.843.

Meski surat rekomendasi telah diterbitkan, namun keputusan akhir tetap berada di tangan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

"Betul ada kenaikan sesuai dengan surat rekomendasi dari Bupati. Selanjutnya rekomendasi ini disampaikan ke gubernur sesuai kewenangannya," kata Suhup.

Sumber: Tribun bekasi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved