Minggu, 12 April 2026

Berita Jakarta

Sepi Penumpang, PO Bus di Terminal Kampung Rambutan Hanya Terjunkan Dua Armada per Hari

Kebijakan Tes Antigen Picu Sepi Penumpang, PO Bus di Terminal Kampung Rambutan Hanya Terjunkan Dua Armada per Hari. Berikut Selengkapnya

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Suasana Terminal Kampung Rambutan, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Selasa (23/11/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Kepala Terminal Kampung Rambutan, Yulza Ramadhan menjelaskan sejumlah Perusahaan Otobus (PO) Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan belum beropreasi normal.

"Total PO di sini ada sekitar 100, tapi ada yang belum aktif 100 persen. Ada yang hanya masuk satu atau dua bus," kata Yulza di lokasi pada Selasa (23/11/2021), sore.

Lebih lanjut, Yulza menjelaskan, sejumlah PO Bus yang belum mengerahkan seluruh armada disebabkan oleh jumlah penumpang yang anjlok.

Hal ini sudah terjadi sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia pada 2020.

Keadaan tersebut masih terjadi walau wilayah DKI Jakarta telah memasuki PPKM level 1.

Sebelum pandemi melanda, jumlah keberangkatan penumpang di Terminal Kampung Rambutan per harinya berkisar 2.000-2.500 penumpang.

Namun di masa pandemi, jumlahnya hanya sekitar 100.

"Jadi dari segi operasional PO belum pulih, masih terdampak pandemi Covid-19. Hanya kalau untuk jumlah PO yang belum sepenuhnya beroperasi saya enggak ingat, harus lihat data dulu," ujar Yulza.

Rencananya, Pemerintah Indonesia akan memberlakukan kembali PPKM Level 3 pada libur Natal dan tahun baru. Aturan tersebut akan diterapkan  pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Mengenai aturan tersebut, Yulza belum bisa memastikan teknisnya. Ia akan menanti instruksi resmi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca juga: PPKM Turun ke Level 1, Jumlah Penumpang di Terminal Pulogebang Masih Sepi

Baca juga: PPKM Level 1, Jumlah Penumpang di Terminal Pulo Gebang Belum Mengalami Kenaikan Signifikan

"Kita menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan dan Satgas Covid-19 terkait aturan PPKM Level 3 yang diberlakukan nanti saat libur Natal dan tahun baru," ujar Yulza.

Sementara itu, perwakilan PO Kramat Jati, Sahroni (39) mengaku optimis jumlah penumpang pada libur hari raya Natal 2021 dan tahun baru 2022 tetap naik meski diberlakukan PPKM Level 3.

Menurutnya sekalipun pemerintah mensyaratkan hasil negatif Covid-19 melalui rapid test antigen dan bukti vaksinasi Covid-19 untuk keberangkatan, hal itu tidak banyak berpengaruh.

Alasannya banyak warga yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19 dan harga rapid test antigen saat ini dirasa tidak terlampau mahal bagi warga kelas ekonomi menengah.

"Sebagian besar warga Indonesia, khususnya Jakarta sudah vaksin semua. Kayaknya untuk liburan Natal dan baru ini walaupun pemerintah menerapkan Level 3 menurut saya enggak berpengaruh," jelas Sahroni. (m29)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved