Minggu, 10 Mei 2026

Buntut Cekcok di Bandara, Arteria Dahlan Minta Andika Perkasa Evaluasi Protokoler Anggota TNI

Arteria bercerita bagaimana dirinya dihadap-hadapkan dengan orang yang mengaku sebagai pihak protokoler wanita tersebut.

Tayang:
Tribunnews.com
Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, mengevaluasi protokoler anggota TNI. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, mengevaluasi protokoler anggota TNI.

Hal tersebut imbas cekcok dirinya dengan seorang wanita yang mengaku keluarga jenderal TNI, di Bandara Soekarno-Hatta.

"Jangan sampai polemik ini dimanfaatkan oleh banyak pihak."

"Kami minta betul Pak Panglima, Pak KSAD, Pak Danpuspom, untuk pertama mengevaluasi, mengevaluasinya masalah protokoler yang ada di Soekarno-Hatta," kata Arteria kepada wartawan, Senin (22/11/2021).

Arteria bercerita bagaimana dirinya dihadap-hadapkan dengan orang yang mengaku sebagai pihak protokoler wanita tersebut.

"Terakhir pas di mobil ada videonya dia bilang 'hajar lu', menyuruh si protokol yang saya bilang orang-orang sipil itu, ada tiga atau empat orang sipil yang mengawal dia," ungkap Arteria.

Politisi PDIP mengatakan, ke depannya, protokoler yang bertugas hendaknya mengenakan atribut, selayaknya anggota DPR yang mengenakan atribut sebagai anggota dewan.

Dia juga heran karena perempuan yang mengaku anak jenderal bintang tiga tersebut bisa memerintah protokoler TNI.

"Saya saja, orang tua saya, enggak bisa."

"Kok bisa menggunakan protokoler TNI di bandara, menyuruh-nyuruh semua orang, 'mana kapolres, mana siapa, lu enggak tahu siapa gue?' Dan sebagainya," beber Arteria.

Bahkan, wanita itu juga menumpangi mobil dinas TNI saat meninggalkan bandara.

Menurut dia, perlu ditelusuri apakah perempuan itu anggota TNI atau bukan serta hubungannya dengan anggota TNI.

"Kalau memang dia anggota TNI, apa benar itu mobil dia."

"Kalau dia bukan di TNI, itu kan bukan mobil dia."

"Kalau mau ditarik lagi masih banyak nih, saya masih punya amunisi-amunisi yang bisa saya persembahkan nantinya saat diperlukan," paparnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved