Penipuan CPNS

Olivia Nathania Dilaporkan Terkait Investasi di Bidang Fiber Optik dan Pulsa Game Mobile Legend

Masalah yang dihadapi anak penyanyi lawas Nia Daniaty, Olivia Nathania, sepertinya tidak kunjung usai.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Sigit Nugroho
Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Olivia Nathania anak Nia Daniaty resmi menjadi tahanan setelah diperiksa sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, Kamis (11/11/2021) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI -  Masalah yang dihadapi anak penyanyi lawas Nia Daniaty, Olivia Nathania, sepertinya tidak kunjung usai.

Setelah terjerat kasus penipuan CPNS, Olivia Nathania kembali terjerat kasus penipuan.

Kali ini, Olivia dilaporkan kembali ke Mapolda Metro Jaya oleh teman ibunya sendiri, Marina Shanti.

Kuasa hukum Marina, Herdyan Saksono, mengatakan bahwa laporan telah dilayangkan Minggu (21/11/2021).

Menurut Herdyan, awalnya kliennya kenal dengan ibu Olivia, Nia Daniaty.

Baca juga: Bagaimana Nasib Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Olivia Nathania? Ini Jawaban Polisi

Baca juga: Selain Olivia Nathania, Polisi akan Segera Memeriksa Empat Tersangka Penipuan CPNS dalam Waktu Dekat

Baca juga: Nia Daniaty jadi Penjamin dalam Surat Permohonan Tahanan Kota Olivia Nathania

"Ada klien saya namanya Marina, kenal di sebuah restoran. Dia kenal dengan Nia Daniaty deket lah," kata Herdyan dihubungi Senin (22/11/2021).

Mirisnya kata Herdyan, kasus penipuan itu terjadi saat awal-awal Olivia terseret kasus penipuan CPNS di awal September 2021.

Saat itu, Olivia menawarkan investasi di bidang fiber optik dan pulsa untuk game mobile legend.

Investasi yang ditawarkan seperti money game dimana saat nasabah menstransfer sejumlah dana maka akan bertambah beberapa persen.

BERITA VIDEO: Anak Nia Daniaty Diduga Tipu Ratusan Orang, Modus Rekrutmen CPNS

"Sehari berapa persen, ada yang kembalinya bisa 100 persen," ujar Herdyan.

Akhirnya, Marina tertarik.

Lalu, Olivia meminta Marina untuk mengajak teman-temannya ikut serta dalam investasi di bidang fiber optik dan pulsa untuk game mobile legend.

Permintaan Olivia diikuti oleh Marina.

Dia pun berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp 215 juta dari 40 orang.

Namun bukannya untung, uang tersebut bahkan tak dikembalikan sepeser pun.

Atas hal tersebut Marina melaporkan Oi atas persangkaan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP terkait penipuan dan penggelapan.

Adapun nomor laporan tersebut LP/B/5825/XI/2021 / SPKT/POLDA METRO JAYA, Tanggal : 21 November 2021.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved