Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Video

VIDEO : Yuk Kemping Bersama Camper Van Indonesia, Ada di GIIAS 2021

Sejumlah pabrikan karoseri menerima orderan untuk membuat karavan dengan berbagai kelengkapan laiknya rumah berjalan

Tayang:
Warta Kota/Max Agung Pribadi
Komunitas Camper Van Indonesia membagikan inspirasi membangun tenda di atap mobil yang siap digunakan untuk camping di pelosok-pelosok daerah. Berbagai model karavan dan tenda mobil dipajang di booth komunitas ini di Hall 8 GIIAS 2021 di ICE BSD, Tangerang. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG – Banyak cara untuk menikmati aktivitas di alam terbuka bersama keluarga.

Salah satunya adalah berkemah atau camping bersama dengan kendaraan yang telah dipersiapkan untuk kegiatan itu.

Kendaraan yang telah dipersiapkan untuk dapat menunjang kegiatan berkemah atau bermalam di tempat terbuka menjadi pilihan menarik karena praktis dan nyaman.

Simak Video Berikut :

Hal inilah yang membuat komunitas Camper Van Indonesia (CVI) berkembang pesat belakangan ini.

Ketua Komunitas CVI Muhamad Slamet mengatakan, meski relatif baru dibentuk, anggota komunitasnya tumbuh signifikan di kota-kota besar di Indonesia.   

Baca juga: VIDEO Tak Hanya Berenang, Camping Hingga Sepeda Gunung Bisa Dilakukan Wisatawan di Curug Golek

Muhamad Slamet, Ketua Camper Van Indonesia.
Muhamad Slamet, Ketua Camper Van Indonesia. (Warta Kota/Max Agung Pribadi)

Saat ini anggota yang tergabung di facebook CVI menca[ai 68.200 dan tersebar di seluruh Indonesia.

“Komunitas ini berkembang seiring dengan kesadaran orang untuk rekreasi dengan mudah dan tetap aman di masa pandemi Covid-19,” tuturnya.

Slamet mengisahkan, komunitas ini terbentuk pertengahan tahun 2019 sebagai wadah bagi para penggemar kegiatan berkemah dengan mobil.

Mereka ini hobi menghabiskan waktu di alam terbuka namun tak ingin terlalu repot dengan persiapan yang lebih detail jika ingin berkegiatan di alam bebas.

Maka motto Everywhere Feels Like Home dirasa pas mewakili aspirasi anggota.

"Senangnya ya pergi ke tempat-tempat terpencil yang masih bisa dijangkau mobil lalu parkir dan buka tenda dekat mobil atau di atap mobil," tutur Muhamad Slamet di booth CVI Hall 8 GIIAS 2021 di ICE BSD, Tangerang.

Baca juga: VIDEO Wisata ke Curug Golek, Pengunjung Bisa Nginap di Villa atau Camping Ground

Misi komunitas adalah mengajak sebanyak mungkin orang atau keluarga untuk mencintai kegiatan di alam bebas lewat berkemah dengan mobil.

Karena belum banyak mobil yang didesain khusus untuk menjadi karavan di Indonesia, maka kreativitas untuk memodifikasi mobil minubus menjadi karavan cukup berkembang.

Namun, kata Slamet, pihaknya tidak terlalu memperhitungkan soal mobil yang digunakan untuk berkemah.

Mobil tidak mesti dimodifikasi layaknya karavan yang memiliki fasilitas lengkap di dalam kabinnya.

"Kami tidak melihat jenis mobil, jadi bebas saja. Mau modifikasi campervan silakan, pasang rooftop tent silakan, atau hanya sekadarnya juga enggak masalah," terang Slamet.

Baca juga: Cerita Ismed Sofyan dan Andritany Ardhiyasa Camping di Buktif Golf Cibodas, Bunuh Kebosanan

Untuk karavan, ada beragam jenis mobil yang dapat dimodifikasi menjadi karavan, umumnya dari jenis minibus.

Menurut Slamet, sejumlah pabrikan karoseri menerima orderan untuk membuat karavan dengan berbagai kelengkapan laiknya rumah berjalan.

Di dalam karavan itu terdapat toilet, dapur, ruang duduk, dan tempat tidur.

Slamet menunjukkan sebuah karavan milik anggota CVI yang dibuat dari bahan dasar Daihatsu Grandmax bertransmisi matik.

Minibus yang dimodifikasi menjadi karavan itu dibandrol sekitar Rp 150 juta.

Namun tidak semua orang berpikiran untuk memiliki karavan.

Karena itu di GIIAS, Slamet juga menghadirkan mobilnya Toyota Yaris yang dilengkapi dengan rooftoptent atau tenda yang terpasang di atap mobil.

Perangkat tenda atap buatan Madlife Overland dari Bandung itu dibandrol sekitar Rp 5 juta.

Lulu, pemilik Medlife Overland mengatakan, pihaknya menawarkan paket tenda atap yang terdiri dari tenda 2nd Line, frame dek atau alas tenda terbuat dari kayu multiplex melamin 1.8mm, tiang galvanis, dan tangga teleskopik almunium 2m serta rel untuk menggeser alas tenda jika tidak digunakan.

Untuk tendanya sendiri merk 2nd Line berbahan parasut taslan waterproof.

"Paket itu kami tawarkan dengan harga Rp 5,5 juta dengan potongan Rp 500.000 selama pameran. Tapi ini belum termasuk busa untuk alas di dalam tenda," tuturnya.

Untuk memasang tenda itu di atas atap mobil, pemilik perlu membeli roofrack terpisah disesuaikan dengan model dan ukuran atap mobil.

Bagian dalam tenda rooftoptent 2nd Line dapat memuat 2 orang dewasa.
Bagian dalam tenda rooftoptent 2nd Line dapat memuat 2 orang dewasa. (Warta Kota/Max Agung Pribadi)

Di atas roofrack itulah dipasang dek yang sekaligus menjadi landasan berdirinya tenda.

Dek tersebut dapat dilipat jika tenda sudah tidak digunakan.

Kapastas tenda dapat dibuat sesuai kebutuhan.

Untuk mobil Yaris tersebut, tenda yang dibuat berkapasitas dua orang dewasa atau bobot total beban 150 kilogram.

Slamet mengakui, tenda atap yang ada di Yaris itu memunculkan inspirasi di ajang GIIAS.      

“Banyak orang yang bertanya-tanya, ternyata mobil biasa buat sehari-hari pun bisa dijadikan campervan buat camping,” tutur ayah tiga anak tersebut.

Salah satu model rooftop tent.
Salah satu model rooftop tent. (Warta Kota/Max Agung Pribadi)

Kelaikan jalan

Campervan atau karavan adalah mobil biasa yang dimodifikasi untuk kegiatan berkemah.

Lalu bagaimana kelaikan jalannya dan apakah perlu uji kendaraan berkala yang dipersyaratkan aturan?

Mengutip Gridoto.com, Kasi Pelanggaran Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Sriyanto menjelaskan bahwa setiap kendaraan yang dimodifikasi dan menyebabkan perubahan tipe diwajibkan untuk menjalani uji kelaikan.

"Setiap kendaraan bermotor yang dimodifikasi yang menyebabkan perubahan tipe berupa dimensi, mesin dan kemampuan daya angkut akan dilakukan penelitian rencang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor," kata Kompol Sriyanto.

Hal itu sebagimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Bahwa setiap orang yang memasukkan kendaraan bermotor, kereta gandingan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun.

Sementara Kepala Seksi Sertifikasi Kendaraan Bermotor Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jabonor, mengatakan hal yang sama.

"Secara umum setiap kendaraan bermotor yang akan dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan," kata Jabonor yang dihubungi terpisah.

Karenanya, menurut kepolisian dan Kemenhub, jika kendaraan dimodif harus melakukan uji laik jalan kembali.

Jika tidak, petugas dapat menilang di jalan.

Capek Gowes Sepeda? Motor Boros Bensin? Mesin Listrik Solusinya, Ada di GIIAS 2021

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG  - Komunitas Sepeda/Motor Listrik (Kosmik) menawarkan solusi praktis bagi mereka yang hendak bersepeda namun membutuhkan bantuan mesin listrik untuk meringankan kayuhan.

Juga bagi mereka yang ingin mengganti atau konversi mesin motor berbahan bakar minyak dengan mesin bertenaga listrik.

Simak Video Berikut :

Sejumlah motor listrik itu ditawarkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang.

Booth Kosmik ada di Hall 8 bersama sejumlah produk sepeda motor lainnya.   

Dayat, anggota komunitas dari Elders Elletrico menjelaskan tentang produk yang ditawarkan berupa torque kit atau perangkat motor elektrik yang dapat menggerakkan sepeda maupun sepeda motor.

Perangkat motor elektrik Elders terdiri dari baterai lithium 21.700 72 volt 24 Ah, motor Elletrico V2 3KW dilengkapi disc brake, dan panel kontrol yang terhubung dengan handphone lewat bluetooth.

Dengan mesin ini, motor bisa dipacu sejauh 60-75 kilometer dengan kecepatan maksimum 80 km per jam. 

Vespa bermesin listrik.
Vespa bermesin listrik. (Warta Kota/Max Agung Pribadi)

Adapun lama waktu mengisi baterai (charging) dari nol sampai penuh sekitar lima jam. 

"Perangkat ini bisa dipasang di motor apa saja. Seperti contoh yang dipajang disini motornya kita pasang di Vespa lawas," tuturnya.

Dengan perangkat ini, Elders menampilkan sejumlah Vespa yang diubah menjadi Vespa bermesin listrik.  

Baca juga: GIIAS 2021, Wuling Motors Siap Meluncurkan Mobil Listrik Berplatform GSEV Tahun Depan di Indonesia

Baca juga: Skuter Listrik WMoto Neutron dari Malaysia Hadir di GIIAS 2021, Harganya Dibawah Rp 20 Jutaan

Menurut Dayat, untuk memasang perangkat ini, mesin utuh Vespa diturunkan dan diganti dengan mesin listrik buatan Elders.

Tidak perlu khawatir dengan nomor mesin karena tidak ada perubahan berarti pada bagian yang memuat nomor mesin. 

Elders menawarkan dua paket perangkat motor listrik, yaitu Speedster yang dibandrol Rp 25 juta dan Duro yang berharga Rp 18,5 juta.

Sepeda listrik

Pada bagian lain, Dayat menjelaskan soal perangkat konversi motor listrik untuk sepeda.

Perangkat ini dapat dipasang di sepeda apapun untuk mengonversi tenaga kayuhan dengan tenaga listrik yang menggunakan baterai.

Produk yang ditawarkan berupa micro hub dan mini hub atau semacam dinamo yang terpasang di hub depan roda sepeda.

Mini hub dapat digunakan di sepeda dengan roda berdiameter 20",24", 26", 27.5", dan 29". Sedangkan micro hub dapat dipasang di sepeda jenis apapun.

Micro hub.
Micro hub. (Warta Kota/Max Agung Pribadi)

Jadi dapat dikatakan hub ini dapat digunakan di hampir semua jenis sepeda, mulai dari sepeda lipat, sepeda gunung, dan sepeda turing.  

Hub tersebut akan menghasilkan tenaga listrik yang disimpan di baterai lithium 22,2 volt yang dipasang di rangka sepeda. 

Di dalam hub mini juga terdapat gigi mikro yang dapat diatur penggunannya sehingga dengan putaran kayuhan dapat diatur dengan tenaga listrik. 

Beban kayuhan pada putaran tertentu akan menghidupkan motor listrik dan memindahkan gigi pemutar rantai sehingga kayuhan menjadi lebih ringan di tanjakan.

Perangkat ini relatif ringan bobotnya. Paket micro hub terdiri atas controller, screen LED, pedal assist, klakson, dan lampu safety depan-belakang. 

Baca juga: Untuk Mengurangi Emisi Gas, Kini Puluhan Ojek Online di Cikarang Beralih Menggunakan Motor Listrik  

Micro hub dengan diameter 10cm bobotnya 1,5 kg dan baterai lithium 1kg. Sementara mini hub berbobot 2,2kg dengan arus 22,2v-48 volt mampu menghasilkan tegangan sebesar 250 watt-600watt.

Paket hub kit ini dapat diperoleh dengan harga berkisar Rp 4 juta-Rp 6 juta.  

Ya, memang kini semakin banyak pilihan untuk bersepeda. 

Untuk membuat bersepeda lebih ringan, selain melatih kekuatan otot-otot tubuh, bisa juga dengan memasang motor listrik seperti ini di sepeda.

Pilihan ada di tangan Anda. 

Skuter Listrik WMoto Neutron dari Malaysia Hadir di GIIAS 2021, Harganya Dibawah Rp 20 Jutaan

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - WMoto lewat agen tunggal pemegang merek (ATPM)-nya PT MForce Indonesia, ikut serta dalam pameran otomotif Gaikindo Internasional Indonesia Auto Show (GIIAS) 2021.

WMoto yang merupakan merek motor asal Malaysia ini menghadirkan skuter listrik yang dinamai WMoto Neutron di GIIAS 2021.

Sofyan Wahyudi selaku Assistant Manager Sales Marketing PT MForce Indonesia mengaku, skuter listrik ini sudah bisa dipesan di GIIAS 2021.

"Memang belum dipasarkan di Indonesia, tapi sudah bisa dipesan di GIIAS 2021 ini," jelas Sofyan Wahyudi kepada Wartakotalive.com, Minggu (14/11/2021).

Baca juga: Utomocorp Pamerkan Skuter Listrik Pintar NIU NQI Sports pada Gelaran IIMS Hybrid 2021

Baca juga: Kemenperin: Skuter Listrik Bisa Menjadi Alternatif Transportasi di Wilayah Komunitas

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Siapkan Pergub Penggunaan Skuter Listrik di Jalan Umum

Ia membenarkan, jika WMoto Neutron merupakan motor listrik yang dimana para pembeli yang sudah memesan bisa mendapatkannya di tahun 2022 mendatang.

"Promised delivery-nya sekitar Januari-Februari 2022" kata Sofyan Wahyudi.

Lalu, apa keunggulan dari WMoto Neutron ini?

Dikatakannya, WMoto Neutron mengusung konsep modern minimalis.

Merek motor asal Malaysia, WMoto menghadirkan skuter listrik WMoto Neutron di pameran otomotif Gaikindo Internasional Indonesia Auto Show (GIIAS) 2021.
Merek motor asal Malaysia, WMoto menghadirkan skuter listrik WMoto Neutron di pameran otomotif Gaikindo Internasional Indonesia Auto Show (GIIAS) 2021. (Wartakotalive.com/Panji Baskhara Ramadhan)

Simple, namun ada beberapa komponen menurut Sofyan Wahyudi memiliki nilai lebih.

"Battrey sendiri memiliki teknologi gripen. Gripen ini teknonoligi diatas lithium. Didalamnya ada enam slot batrrey" papar Sofyan.

Soal kecepatan, Sofyan Wahyudi mengaku WMoto Neutron mampu 45 Km/jam dengan jarak tempuh 60 km/jam.

"Durasi charge batrrey kira-kira 8 jam dari kondisi nol. Untuk harga motor ini sekitaran Rp 18.800.000," terangnya.

Sebagai informasi, MForce Indonesia jadi payung jualan merek motor SM Sport, CFMoto, SYM, dan WMoto di Tanah Air.

(Wartakotalive.com/CC)

  

    

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved