Kamis, 28 Mei 2026

lifestyle

Kenali saat Kulit 'Unhappy', ini Tandanya

tanda-tanda kulit unhappy, diantaranya  kulit menjadi kering, kulit akan terlihat kusam, tidak kenyal, permukaannya tidak rata, dan bersisik.

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
Dokumentasi Pribadi
Pemain film dan selebgram Anya Geraldine pamer foto dan video sedang mandi dan berendam di bath up di akun media sosialnya, Kamis (21/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tidak hanya perasaan, kulit juga bisa merasakan tidak bahagia (unhappy).

Kulit yang unhappy artinya terdapat masalah atau gangguan.

dr. Arini Widodo, SpKK – Dermatologist dalam acara jumpa pers yang dihelat oleh Zen Antibacterial Soap dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional 2021, belum lama ini mengatakan, tanda-tanda kulit unhappy, diantaranya  kulit menjadi kering, kulit akan terlihat kusam, tidak kenyal, permukaannya tidak rata, bersisik, pecah-pecah, gatal, mudah iritasi dan terkena infeksi. 

Infeksi kulit juga dapat terjadi pada kulit yang terlalu kering, dimana hal ini disebabkan karena lapisan luar kulit lebih mudah rusak sehingga memungkinkan kuman masuk ke dalam kulit.

Baca juga: Buds Organics Hadirkan Produk Kesehatan Kulit Berbahan Organik Bagi Keluarga Indonesia

Baca juga: MS Glow Tawarkan Produk Kosmetik Mengandung Vitamin C dan E untuk Kesehatan Kulit

Infeksi kulit yang disebabkan kuman streptococcus dan kuman staphylococcus ini disertai dengan tanda -tanda : 

1. Kerak kuning pada kulit
2. Area kulit mengeluarkan nanah atau cairan lainnya
3. Pembengkakan dan perubahan warna
4. Terasa nyeri

“Perawatan kulit yang baik, menggunakan sabun yang tepat, dan menjaga barrier kulit tetap sehat akan menghindarkan kita dari masalah kulit yang membuat kulit menjadi unhappy,” tutur dr. Arini.

Baca juga: Bermain Gadget juga Mempengaruhi Kecantikan Kulit, Simak Tips Dapatkan Tampilan Flawless Seharian

Ia mengatakan, saat pandemi Covid-19, masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah tertular.

Saat ini, seiring menurunnya kasus positif pemerintah mulai melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal ini membuat kondisi mulai menuju normal.

Karyawan mulai bekerja kembali di kantor, anak-anak kembali belajar di sekolah, dan kembali dibukanya tempat hiburan serta pusat perbelanjaan. 

Baca juga: Skincare Asal Korea Sasar Konsumen Milenial Indonesia Menjaga Kesehatan dan Kecantikan Kulit

Tentunya ini disambut baik oleh masyarakat yang rindu untuk kembali  beraktivitas di luar rumah. 

Namun masyarakat juga perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru, yang selama lebih satu tahun ini berada di rumah. 

Kebiasaan yang telah menjadi protokol kesehatan (prokes) pemerintah dan ada pula prokes yang masing-masing telah dijalankan oleh anggota keluarga, yang harus selalu diingat yaitu sering membersihkan kulit dan tubuh ketika kembali di rumah usai aktivitas dari luar. 

Menurut data yang Zen dapatkan dari Indonesia Water Institute (IWI), selama pandemi terjadi peningkatan 3 kali lipat kebiasaan mandi sebanyak 3 kali sehari lebih banyak dari pada kondisi sebelum pandemi.

Baca juga: Rani Ramadhina Pilih Sepatu Tak Sekedar Fesyen, Tapi Juga yang Menyehatkan

“Kebiasaan mandi yang sering ini, dapat berpotensi menjadi penyebab tejadinya kulit kering," ungkap dr. Arini 

Kulit menjadi kering ini disebabkan karena frekuensi mandinya itu sendiri, durasi waktu mandinya, suhu air yang terlalu panas sampai pemilihan sabun yang tidak tepat.

Ia melanjutkan, perlu diingat pemilihan sabun antibacterial yang tepat untuk kondisi kulit.

Termasuk di dalamnya melihat kondisi sensitivitas kulit, serta  memilih sabun yang memiliki kandungan natural sehingga tetap menjaga kulit dan tidak merusak kulit.

Baca juga: Pentingnya Ajari si Buah Hati untuk Cuci Tangan Pakai Sabun, Tidak saat Pandemi Saja tapi Seterusnya

 “Kandungan natural dalam sabun antibacterial seperti ceramide yang kaya ditemukan dalam Shiso Merah Jepang, dapat berfungsi untuk menjaga kelembutan kulit. Formulasi produk yang mengandung bahan natural seperti ini dapat membantu fungsi barrier kulit.” ungkap dr.Arini.

Menurutnya, selain kebiasaan sering mandi, ada hal-hal lainnya yang perlu diperhatikan agar 
kulit tubuh terlindungi, sehat dan segar.

Apalagi di masa pandemi makin banyak gaya hidup yang berpotensi membuat kulit menjadi tidak sehat seperti terlalu lama bekerja di rumah dalam ruangan ber-AC, kurang minum, sering berjemur di matahari, khawatir berlebih hingga stress, sampai terlalu lama bekerja di rumah dalam ruangan ber-AC.

Aristo Kristandyo, Senior VP Marketing – PT Bina Karya Prima mengatakan, dengan memahami dan lebih mengenali kondisi kulit kering sekali, akan lebih mudah untuk memilih pembersih tubuh antibacterial yang tepat.

Baca juga: Cuci Tangan Pakai Sabun Tidak Hanya Mencegah Penyebaran Covid-19 Tapi juga Stunting

Kebiasaan membersihkan tubuh saat kembali ke rumah usai beraktivitas dil uar rumah selama 
pandemi, hendaknya terus dilakukan, apalagi jika ini sudah merupakan prokes di tiap keluarga.

Prokes (protokol kesehatan) yang selama ini terus diingatkan oleh pemerintah yaitu 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan) agar terus dilakukan, jangan sampai lengah.

Begitupun di setiap keluarga, prokes yang telah dijalankan tetap harus dilakukan tanpa perlu merasa ini sebagai sesuatu yang berlebihan. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved