Kabar Artis
Irfan Hakim Bangun Aviary di Rumah, Jadi Perpustakaan Hidup dan Wujud Tanggung-jawabnya pada Satwa
Irfan Hakim menyebutkan aviary di rumahnya sebagai ruang penelitian karena ada beberapa satwa yang ada di alam yang tidak terpantau.
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Tidak bisa memaksakan diri harus di alam, lanjutnya, tapi karena jumlah predatornya berlebihan, lingkungan tidak memungkinkan, hingga sumber makanan tidak ada.
"Apakah itu justru tidak menyengsarakan?" tanya Irfan Hakim.
Menurut Irfan Hakim, membuat lembaga konservasi atau juga penangkaran harus dilihat kesejahteraan satwanya, seperti makanan dan kesehatannya.

Binatang tidak minta dipelihara, tapi saat manusia memutuskan memelihara hewan, artinya juga harus menyayanginya supaya lestari dan berkembang biak.
"Termasuk memperhitungkan ruang gerak yang maksimal, makanan bergizi, perawatan dan kesehatannya juga dipikirkan kebahagiaannya," ucapnya.
Anggaran
Irfan Hakim mengakui, anggaran rumah tangganya justru jauh lebih kecil dibandingkan anggaran untuk merawat binatang di rumahnya.
"Itu nyata, mungkin karena yang saya tanggung-jawabkan itu lebih banyak, kurang lebih tiga kali lipat uang belanja istri," katanya.
Baca juga: BBKSDA Papua Kembali Terima Translokasi 51 Satwa Jenis Aves dan Mamalia Asal Papua
Baca juga: Alshad Ahmad Ingin Bangun Kebun Binatang, Siapkan Dana Lebih dari Rp 50 Miliar, Untuk Apa Saja?
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membuat hewan-hewan ini hidup lebih sejahtera, termasuk untuk membayar tujuh penjaga dan perawat hewan.
Irfan Hakim juga memberikan gaji untuk satu dokter hewan yang menetap.
"Ini adalah salah satu bentuk tanggung-jawab saya pada hewan yang saya rawat. Dan itu berbiaya tinggi, saya mengiyakan," kata Irfan Hakim.

Satwa, bagi Irfan Hakim, seperti makhluk hidup lain, tidak bisa sehat dan bugar terus, ada kadang sakit, ada yang meninggal karena usia, atau bentrokan dengan satwa lain.
Oleh karenanya harus mempekerjakan perawat hewan untuk mewakilkan mata dan tangan Irfan Hakim. "Kita juga harus menyediakan oksigen dan obat-obatan," ucapnya.
Setiap pagi hari, di rumahnya sudah mirip tempat penyedia katering.
Baca juga: BBKSDA Papua Barat Gelar Pelepasliaran 15 Individu Satwa Liar di Taman Wisata Alam Sorong
Baca juga: 9 Tahun Hidup Bersama Sepasang Buaya di Rumah, Bagus Menangis Saat Hewan Disita BKSDA
Ada banyak sekali bahan makanan, sayur-sayuran dan segala macam. "Untungnya istri saya dan keluarga sevisi dan semisi, punya tanggung-jawab sama pada hewan," katanya.
Irfan Hakim menyampaikan, pandemi bukanlah semangat menerima bantuan, tapi juga semangat memberi, saling membantu sesama makhluk hidup.