Berita Kabupaten Bogor

Serap Aspirasi Masyarakat Soal APBD 2022, Legislator Kabupaten Bogor Gelar Reses di Enam Dapil

Serap Aspirasi Masyarakat Soal APBD 2022, Legislator Kabupaten Bogor Gelar Reses di Enam Dapil. Berikut Selengkapnya

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, menggelar reses Masa Persidangan I 2021-2022 di enam Daerah Pemilihan (Dapil) pada 15-17 November 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, menggelar reses Masa Persidangan I 2021-2022 di enam Daerah Pemilihan (Dapil) pada 15-17 November 2021.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan, reses bertujuan menjaring aspirasi dari masyarakat kepada para anggota DPRD.

"Semula reses dijadwalkan Desember, kemudian kami majukan di November agar aspirasi bisa masuk rencana APBD 2022," kata Rudy pada Rabu (17/11/2021).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, KH Agus Salim menambahkan reses menjadi agenda penting bagi anggota dewan karena dilakukan ditengah pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2022.

"Kami berharap melalui reses tersebut, aspirasi masyarakat yang masuk dalam skala prioritas bisa masuk ke dalam program di APBD 2022," ujarnya.

Dia juga meminta sejumlah program di tahun 2021 yang terkena refocusing karena pandemi covid-19 bisa dimasukkan ke APBD 2022.

"Dengan adanya reses sebelum APBD Tahun Anggaran 2022 ditetapkan, anggota dewan bisa mengadvokasi agar program yang tidak jadi dilaksanakan pada tahun ini bisa masuk kedalam APBD Tahun 2022," tutur Agus.

Baca juga: Wali Kota Depok Sebut Kabupaten Bogor Pemicu Banjir, Ade Yasin: Kita Sudah Biasa Disalahkan

Baca juga: Serahkan Bantuan Hibah Keagamaan, Ade Yasin Diapresiasi Ketua MUI Kabupaten Bogor

Politisi PKS ini berharap reses ini dapat menyerap aspirasi yang ril dari masyarakat, tidak hanya dari data-data.

"Kalau ada yang terlewat, kita bisa ikhtiarkan untuk dimasukan ke dalam data," imbuhnya.

Dewan akan melakukan cross-check data-data itu, mana yang benar-benar masuk skala prioritas dari usulan masyarakat ini.

"Meskipun tidak semuanya bisa menyampaikan secara lisan karena masih dalam PPKM level 3, tapi aspirasinya kita tampung melalui penyampaian secara tertulis," kata dia.

Agus Salim juga menyampaikan, pelaksana reses sejauh ini berlangsung kondusif.

Antusiasme masyarakat untuk menyampaikan aspirasi juga cukup tinggi dan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"Meski ada beberapa kecamatan tidak bisa didatangi, tapi aspirasi masyarakat tetap kita tampung," tandasnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved