Berita Video
VIDEO : Presiden Jokowi Resmikan Tol Rangkasbitung - Serang
Pembangunan jalan tol tersebut nantinya akan dilanjutkan dengan seksi II dan III dan tersambung hingga Panimbang.
Kepala Negara juga meyakini bahwa ketika jalan tol tersebut telah terkoneksi sepenuhnya, maka akan muncul optimisme investasi untuk segera menyelesaikan Tanjung Lesung.
Baca juga: Aneka Batik hingga Olahraga Ekstrem Dinilai Sandi Jadi Modal Kebangkitan Pariwisata Tanjung Lesung
Baca juga: Sehari Menghilang Nelayan Berhasil Ditemukan di Tanjung Lesung Dalam Kondisi Selamat
Tol tersebut juga akan memangkas waktu temput antara Jakarta ke Tanjung Lesung yang tadinya empat hingga lima jam menjadi maksimal dua jam.
"Itu nanti kalau tembus mungkin bisa satu setengah jam, maksimal dua jam. Sehingga orang akan menjadi alternatif, tidak hanya ke Puncak, tetapi juga bisa ke Tanjung Lesung," tandasnya.
Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.
Menteri Sandiaga Nilai Konservasi Penyu di Desa Wisata Serang Bisa Ciptakan Lapangan Kerja
WARTAKOTALIVE.COM, BLITAR — Salah satu keberlangsungan ekosistem laut adalah dengan pelestarian mahluk laut. Seperti yang dilakukan warga Desa Wisata Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur
Warga Desa Wisata Serang menjadikan desanya sebagai lokasi konservasi tukik atau bayi penyu. Selain menjadi daya tarik wisata, konservasi penyu juga menciptakan lapangan kerja dan masyarakat bisa diberdayakan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat mengunjungi Desa Wisata Serang beberapa waktu lalu, melihat hal tersebut sebagai salah satu pengembangan potensi wisata yang bisa dimanfaatkan potensinya oleh masyarakat.
Untuk itu Menteri Sandiaga menghadiahkan mesin pompa air sekaligus toren air untuk konservasi penyu atau tukik tersebut sehingga masyarakat tidak lagi harus bolak balik mengisi bak dengan ember atau gayung.
"Pompa ini diharapkan bisa membantu untuk konservasi tukik, jadi tidak perlu ditimba lagi dengan ember atau gayung," katanya.
Sandiaga menegaskan, dia mendapatkan informasi kalau pelepasan tukik atau penyu selain sebagai pelestarian ekosistem laut dimanfaatkan juga bagi masyarakat untuk menarik wisatawan dalam paket wisata di Desa Wisata Serang.
Menurut Menteri Sandiaga, hal tersebut adalah suatu hal yang sangat kreatif. "Jadi apapun potensinya manfaatkan dengan baik sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat semuanya," tukasnya.
Kepala Desa Serang Dwi Handoko Pawiro mengungkapkan, konservasi tukik yang dilakukan oleh warga desanya masih sangat sederhana. Sebab, hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah. "Kami menjalankan konservasi ini dengan dana swadaya kami sendiri," katanya.
Dia mengakui, sejauh ini walaupun masih kurang dukungan dalam hal pembinaan dan sarana prasarana karena selama ini pengisian air laut untuk tukik masih menggunakan ember dan gayung. Walaupun begitu, masyarakat tetap melakukan konservasi tukik guna pelestarian ekosiatem laut.
Di akhir kunjungan, Menteri Sandiaga diberi kesempatan untuk melepaskan tukik atau bayi penyu ke lepas pantai Serang, Blitar, Jawa Timur bersama Bupati Blitar, Rini Syarifah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jalan-tol-rangkasbitung.jpg)