Kontribusi Universitas Indonesia bersama Mitra, Bantu Pulihkan Indonesia
Kerja sama penta helix yang dilakukan UI dengan berbagai pihak ini, merupakan salah satu aspek untuk mencapai kekebalan komunal.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Di masa pandemi Covid-19 seperti yang kita jalani hampir dua tahun ini, bertahan hidup bukan hal yang mudah. Kendati demikian, kondisi ini telah membakar semangat masyarakat Indonesia agar bahu-membahu, bergotong-royong, untuk saling bantu dan menguatkan.
Begitu pula dengan Universitas Indonesia (UI) yang selama ini sudah menunjukkan kontribusi nyata dengan mengerahkan kemampuan, dan bersinergi dengan berbagai mitra, sebagai upaya memulihkan Indonesia.
Salah satu upaya itu adalah dengan membangun Sentra Vaksinasi Mahasiswa Indonesia (SVMI) di Kampus Depok maupun Kampus Salemba.
Di SVMI tersebut, banyak pihak terlibat, antara lain 120 orang tenaga kesehatan dari Klinik Satelit UI Makara, relawan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), 15 orang tenaga kesehatan dari RSAU dr. Esnawan Antariksa, Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) I, dan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas).
Dalam kegiatan ini, UI menggandeng mitra dari PT Mustika Ratu Tbk, Shopee Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Paragon Technology and Innovation, Telkomsel, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, dan Bank Central Asia, dalam memberikan layanan vaksinasi terbaik di SVMI.
Kerja sama penta helix yang dilakukan UI dengan berbagai pihak ini, merupakan salah satu aspek untuk mencapai kekebalan komunal.
Di luar lingkungan kampus, dalam rangka melaksanakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat, maka Fakultas Farmasi UI (FFUI) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaksanakan vaksinasi Covid-19 di Desa Sasakpanjang, Kecamatan Tajurhalang, Bogor, Jawa Barat.
Program ini merupakan implementasi dari salah satu program desa binaan FFUI yang merupakan bentuk pengabdian masyarakat FFUI dalam rangka meningkatkan cakupan vaksinasi di desa binaan untuk pengendalian penyakit Covid-19.
Selain itu, dengan pemanfaatan teknologi, mahasiswa UI ikut ambil peran mendukung pemerintah mengatasi pandemi lewat aplikasi bernama ParuKu.
Aplikasi ciptaan tim mahasiswa gabungan dari dua fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Komputer, menyediakan beberapa layanan berupa informasi jadwal dan lokasi vaksinasi, informasi ketersediaan ranjang rumah sakit pelayanan Covid-19, serta rekomendasi laboratorium untuk tes diagnostik Covid-19 berdasarkan lokasi pengguna dan kapasitas fasilitas kesehatan.
Aplikasi lain diciptakan oleh tim mahasiswa kolaborasi dari FK dan Fasilkom yang mengembangkan aplikasi bernama EndCorona, yaitu sebuah platform penyedia asesmen mandiri bagi masyarakat awam yang menduga dirinya mungkin terpapar virus Covid-19.
Masih dari FK dan Fasilkom, belum lama ini tim mahasiswa dari kedua fakultas tersebut juga meluncurkan aplikasi Isolasinfo, sebuah aplikasi yang dibuat sebagai bentuk kepedulian mahasiswa dalam menjaga kesehatan fisik di masa pandemi Covid-19, khususnya dalam membantu masyarakat yang menjalani isolasi mandiri tanpa gejala dan gejala ringan.
Latar belakang dibuatnya aplikasi ini adalah karena rendahnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap isolasi mandiri di masa pandemi Covid-19.
Pengguna aplikasi Isolasinfo dapat juga mengakses berbagai layanan telemedicine, mencari bantuan profesional, serta mencari berbagai nomor hotline yang mungkin diperlukan di masa pandemi Covid-19.
Edukasi yang terdapat dalam aplikasi ini sudah disupervisi oleh dokter-dokter terbaik di FKUI-RSCM, serta melibatkan IDI Jakarta Pusat sebagai mitra kolaborasi, sehingga menjamin keabsahan informasi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ui-28okt.jpg)