Rabu, 6 Mei 2026

Kesehatan

Berikan Perhatian pada Kesehatan Masyarakat, Begini Cara Lemonilo Founders Rayakan Hari Pahlawan

Semangat juang yang tinggi ini diteladani Shinta Nurfauzia, Ronald Wijaya, dan Johannes Ardiant, untuk memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat.

Tayang:
Dokumentasi Lemonilo
(ki-ka) Ronald Wijaya, Johannes Ardiant, dan Shinta Nurfauzia, tiga Lemonilo Founders, yang ingin terus memberikan perhatian yang lebih pada kesehatan masyarakat Indonesia. Mereka memiliki minat yang sama dalam hal menciptakan dampak dan memberikan kontribusi bagi Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Setiap 10 November, masyarakat Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan.

Menurut sejarah, 10 November 1945 merupakan hari terjadinya pertempuran besar selepas kemerdekaan yang dikenal dengan Pertempuran Surabaya.

Semangat juang yang tinggi masyarakat Surabaya membuat kota ini dijuluki sebagai Kota Pahlawan.

Baca juga: Raffi Ahmad Jadi Sopir Truk dan Bagikan 55.555 Bungkus Mi Instan Lemonilo Bareng 100 Komunitas Ibu

Baca juga: Angkat Motif Tenun Ikat, Lemonilo dan IKAT Indonesia by Didiet Maulana Buat Tas Jinjing Multifungsi

Semangat juang yang tinggi ini diteladani Shinta Nurfauzia, Ronald Wijaya, dan Johannes Ardiant, untuk memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat.

Mereka dikenal sebagai Lemonilo Founders yang memiliki minat yang sama dalam hal menciptakan dampak dan memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Shinta Nurfauzia, Ronald Wijaya, dan Johannes Ardiant selalu tertarik dengan kesehatan.

Lemonilo bangga dilibatkan dan berpartisipasi berbagi ke sesama dan jurnalis terdampak pandemi bersama Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (KoPHI) dan BenihBaik, Rabu (18/8/2021).
Lemonilo bangga dilibatkan dan berpartisipasi berbagi ke sesama dan jurnalis terdampak pandemi bersama Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (KoPHI) dan BenihBaik, Rabu (18/8/2021). (Dokumentasi Lemonilo)

Menurut mereka, kesehatan adalah sesuatu yang belum cukup mendapat perhatian di Indonesia.

Masih banyak orang di Indonesia yang belum melakukan gaya hidup sehat.

Hal ini diperkuat laporan WHO yang menyatakan bahwa 73 % kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular.

Baca juga: Hibur Warganet yang Sedih Akibat Pandemi, Lemonilo Bagikan Kotak Kebahagiaan Melalui CHIMIngit Kakak

Baca juga: Lemonilo Hadirkan Chimi Keripik Tempe yang Dibuat dari Kedelai Kualitas Hasil Panen Petani Nusantara

Lemonilo diambil dari dua kata, Lemon dan Nilo. Buah lemon diasosiasikan dengan hal terkait kesehatan, dan Nilo dalam bahasa Yunani dan Celtic berarti kemenangan dan kepahlawanan.

"Oleh karena itu, bisa dikatakan, Lemonilo memiliki arti sebagai Pahlawan Kesehatan," kata Shinta Nurfauzia, salah satu Lemonilo Founders yang menjabat sebagai Co-CEO.

Hal ini tercermin dari misi Lemonilo, yaitu menjadikan gaya hidup sehat dapat diakses semua orang melalui produk sehat, terjangkau, dan praktis bagi masyarakat.

(ki-ka) Ronald Wijaya, Johannes Ardiant, dan Shinta Nurfauzia, tiga Lemonilo Founders, yang ingin terus memberikan perhatian yang lebih pada kesehatan masyarakat Indonesia. Mereka memiliki minat yang sama dalam hal menciptakan dampak dan memberikan kontribusi bagi Indonesia.
(ki-ka) Ronald Wijaya, Johannes Ardiant, dan Shinta Nurfauzia, tiga Lemonilo Founders, yang ingin terus memberikan perhatian yang lebih pada kesehatan masyarakat Indonesia. Mereka memiliki minat yang sama dalam hal menciptakan dampak dan memberikan kontribusi bagi Indonesia. (Dokumentasi Lemonilo)

Shinta Nurfauzia mengakui, dalam menjalankan misinya, ia memiliki tantangan yang tidak mudah.

Mengedukasi masyarakat akan pentingnya hidup sehat bukanlah hal yang mudah, karena pola makan masyarakat, serta kebiasaan untuk tidak menjalani gaya hidup sehat sudah mengakar.

Namun, ia tak menyerah dan terus mengedukasi melalui pesan-pesan pemasaran yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat.

Baca juga: Kolaborasi Lemonilo, KoPHI dan BenihBaik Bantu Jurnalis Terdampak Pandemi, Kuncinya Gotong-royong

Baca juga: Keluarga The Baldys Jadi Brand Ambassador, Ini Kelebihan Mi Instan Sehat Lemonilo

Adanya pandemi juga membuat konsumen menjadi lebih mudah menerima tren kesehatan dan kebugaran.

"Sejak pandemi, fokus baru pada hidup sehat muncul. Masyarakat aktif mencari cara menjaga kesehatannya dalam kondisi yang penuh ketidakpastian," katanya.

"Di situlah Lemonilo hadir sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut," lanjut Shinta Nurfauzia.

Soroti Kebutuhan Mi Instan

Produk pertama Lemonilo adalah mi instan dengan varian mi instan rasa mi goreng yang masih mendominasi permintaan tertinggi.

Ronald Wijaya, salah satu Lemonilo Founders yang juga menjabat sebagai Co-CEO, menjelaskan, awalnya masyarakat bertanya langkah Lemonilo sebagai perusahaan healthy lifestyle namun malah mengeluarkan produk mi instan.

Lemonilo membagi-bagikan produk mie dan naturizer hand sanitizer untuk para pengemudi taksi, Rabu (22/4/2020).
Lemonilo membagi-bagikan produk mie dan naturizer hand sanitizer untuk para pengemudi taksi, Rabu (22/4/2020). (Istimewa)

Ia mendapati fakta bahwa mayoritas masyarakat mengonsumsi mi instan setidaknya sekali dalam seminggu.

"Kita semua tahu bahwa mi instan mengandung banyak bahan sintetis yang memberi dampak buruk untuk tubuh jika dikonsumsi secara rutin," katanya.

Sebagai jawabannya, lanjut Ronald Wijaya, Lemonilo menghadirkan mi instan dari bayam pola tanam organik dan bebas trans-fat sehingga nyaman dikonsumsi kapan saja.

Baca juga: Melanie Putria Persiapkan Masa Depan Cerah, Seimbangkan Pola Hidup Sehat dan Investasi Keuangan

Baca juga: Dukung Gaya Hidup Sehat di Kalangan Perusahaan, Aplikasi ini Hadirkan Layanan Corporate Wellness

Hal ini pun terus dilakukan ke produk Lemonilo lainnya, seperti camilan, bumbu masakan, serta minuman.

"Semua bebas dari 3P (Pengawet, Penguat Rasa, dan Pewarna Buatan), dan bebas dari 100+ bahan sintetis berpotensi berbahaya bagi tubuh," ujar Ronald Wijaya.

Johannes Ardiant, Lemonilo Founders yang menjabat sebagai Chief Technology and Operations, turut mengamini apa yang dikatakan Ronald Wijaya.

Lemonilo bangga dilibatkan dan berpartisipasi berbagi ke sesama dan jurnalis terdampak pandemi bersama Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (KoPHI) dan BenihBaik, Rabu (18/8/2021).
Lemonilo bangga dilibatkan dan berpartisipasi berbagi ke sesama dan jurnalis terdampak pandemi bersama Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (KoPHI) dan BenihBaik, Rabu (18/8/2021). (Dokumentasi Lemonilo)

Menurutnya, berdasarkan fakta di lapangan, mi instan menjadi salah satu produk yang perlu mendapatkan disrupsi terlebih dahulu, dengan mi instan alami yang lebih sehat dan terjangkau.

Menurutnya, melalui teknologi, Lemonilo berhasil menciptakan formula baru dengan lebih cepat serta memudahkan pengenalan produknya ke pasar.

"Sejak awal kami percaya bahwa hidup sehat adalah kunci menuju generasi Indonesia yang lebih hebat," kata Johannes Ardiant.

Baca juga: Giwo Rubianto Sampaian Cerita Dokter Indonesia yang Sukses di Amerika Tentang Memulai Hidup Sehat

Baca juga: Sajian Khusus Dihadirkan Namaste Organic Untuk Tetap Menjalani Pola Hidup Sehat Selama Ramadan

Terlebih kini, di tengah pandemi COVID-19, hidup sehat menjadi suatu hal mutlak yang tidak bisa ditawar lagi.

Kesehatan jasmani dan mental adalah senjata utama kita untuk kembali bangkit.

"Masa-masa sulit ini akan kita lewati bersama, dengan hidup sehat sebagai senjatanya," ucapnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved