Minggu, 10 Mei 2026

Berita Regional

Harga Eceran Pertalite di Kota Sorong Tembus Rp50 Ribu/Liter, Pertamina Angkat Bicara

Harga BBM dinaikkan oleh para pengecer di jalan-jalan Kota Sorong karena terjadinya kelangkaan di SPBU sejak beberapa hari terakhir.

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
ILUSTRASI: Petugas SPBU Pertamina di Kawasan Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Jumat (24/7). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Tingginya harga eceran bahan bakar minyak jenis Pertalite di Di Kota Sorong, Papua Barat menjadi perhatian publik.

Harga eceran bahan bakar minyak jenis Pertalite di lokasi itu dikabarkan sudah menembus Rp 50.000 per liter. 

Harga BBM dinaikkan oleh para pengecer di jalan-jalan Kota Sorong karena terjadinya kelangkaan di SPBU sejak beberapa hari terakhir.

Di media sosial, tingginya harga eceran pertalite digunakan untuk mengkritik kampanye BBM satu harga yang digaungkan Pemerintah Joko Widodo.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman di Wilayah Jawa Bagian Barat

Dikutip dari Tribunnews Papua Barat, pada awal kelangkaan BBM, harga Pertalite sudah dipatok seharga Rp 30.000 per liter di tingkat pengecer.

Padahal saat normal, harga Pertalite di pengecer dibanderol seharga Rp 15.000 per liter. 

Penjelasan Pertamina

Dilansir dari Antara, Senin (8/11/2021), PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Papua Maluku meminta masyarakat Kota Sorong dan sekitarnya agar jangan mempercayai informasi terkait terjadinya kelangkaan BBM yang meluas melalui media sosial.

Baca juga: 216 Rumah di Karawang Terendam Banjir, BPBD: Ketinggian Cuman 25 Centimeter

Pasalnya, informasi tersebut membuat panik masyarakat dan berdampak terhadap munculnya kekhawatiran massal yang berujung pada antrean panjang di SPBU di Kota Sorong dan sekitarnya.

Area Manager Communication Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Papua Maluku, Edi Mangun di Sorong, mengatakan bahwa kekhawatiran masyarakat pelanggan Pertamina ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menjual BBM jenis Pertalite dengan harga yang jauh di atas harga kewajaran yang ada di SPBU.

 Dia mengatakan, hal ini terbukti dengan penangkapan yang dilakukan oleh Pihak Polresta Sorong terhadap oknum yang membeli BBM di SPBU dan kemudian menjual BBM dengan harga yang sangat tinggi.

Edi menegaskan bahwa stok BBM di Fuel Terminal Sorong masih tersedia, bahkan dipastikan dapat bertahan antara 4 hingga 5 hari .

Selain itu sesuai jadwal direncanakan pada tanggal 8 November 2021 kapal pengangkut BBM akan bongkar muatan.

Selain itu juga pada 9 November 2021 akan datang, kapal tanker pengangkut BBM dari Fuel Terminal Integrated Wayame akan melakukan bongkar muatan di Sorong, sehingga dengan demikian pasokan BBM dinyatakan aman.

"Menyikapi informasi yang beredar tentang kelangkaan BBM, dengan ini kami nyatakan itu merupakan berita bohong dan masyarakat telah termakan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga berbondong-bondong mengantre BBM.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved