SIO Palsu Marak Beredar, Polisi Sebut Picu Angka Kecelakaan Kerja Operator Alat Berat Cukup Tinggi

pihaknya tidak akan berhenti mengungkap praktek kejahatan serupa agar bisa menekan angka kecelakaan kerja di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. 

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Warta Kota
Aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok meringkus pria berinisial RY (25) yang melakukan pemalsuan Surat Izin Operasional (SIO). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Maraknya peredaran Sertifkat Izin Operator (SIO) palsu bagi operator alat berat disinyalir jadi penyebab tingginya angka  kecelakaan kerja yang terjadi di dalam kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. . 

Kanit 3 Krimsus Polres Pelabuhan Tanjung Priok Iptu Wan Deni Ramona mengungkapkan ada banyak kecelakaan kerja di Pelabuhan Tanjung Priok terjadi sepanjang tahun 2021. 

“Kita serius ingin memberantas karena sepanjang tahun 2021 ini kami menemukan banyak terjadinya kecelakaan kerja,” ujar Deni, Selasa (2/11/2021). 

Fenomena SIO palsu bagi para operator alat berat telah mengakibatkan mereka yang tidak kompeten bisa bekerja di lapangan. Padahal kondisi tersebut sangat membahayakan nyawa para pekerja. 

“Sehingga kelayakan dari data tersebut diragukan dan mengakibatkan besarnya potensi kecelakaan kerja di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Deni. 

Deni memastikan pihaknya tidak akan berhenti mengungkap praktek kejahatan serupa agar bisa menekan angka kecelakaan kerja di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. 

“Kita akan berkolaborasi dengan stakeholder pelabuhan di sini untuk mengusut dan menjadi inisiator untuk melakukan razia tersebut,” tutur Deni. 

Baca juga: Polres Pelabuhan Tanjung Priok Mengamankan Pemalsu Surat Izin Operasional Palsu Senilai Rp 200.000

Lebih lanjut Deni menjelaskan, sebelumnya Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap seorang pelaku pemalsu Sertifikat Izin Operator (SIO) berinisial RY (25).

Deni  mengungkapkan yang bersangkutan ditangkap saat berada di tempat persembunyiannya di Bekasi, Jawa Barat.

“Kami mengamankan seorang laki-laki inisial RY (25) di mana yang bersangkutan dugaan awal sementara ialah pemalsuan surat izin operasi operator,” ujar Deni, Selasa (2/11/2021).

Deni menuturkan pengungkapan adanya praktik pembuatan SIO palsu tersebut dilakukan setelah maraknya kecelakaan kerja yang terjadi di dalam kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Pada saat penangkapan, aparat kepolisian ada juga menyita sejumlah barang bukti yakni SIO yang diduga palsu dan hendak dikirimkan kepada para pelanggan.

“Ada sejumlah barang bukti diduga surat izin operasi yang harus dipastikan dan saat ini kami masih melakukan pengembangan,” tuturnya.

Deni menuturkan yang bersangkutan selama ini berperan sebagai orang memasarkan SIO palsu kepada mereka yang membutuhkan sertifikat tanpa harus mengikuti sejumlah prosedur.

Baca juga: PT JICT Tindak Tegas Oknum Pelaku Pungli, Bentuk Komitmen Wujudkan Pelabuhan Bersih

“Peran yang bersangkutan sebagai pemasaran. Dia mencari orderan menawarkan kepada pekerja yang ingin memiliki SIO dengan cara yang instan,” sambung Deni.

Pelaku RY pun digiring ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Sebelumnya jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial RAH (25) karena memalsukan Sertifikat Izin Operator (SIO) bagi operator alat berat.

Pria yang berprofesi sebagai wartawan salah satu media online tersebut ditangkap di kediamannya di daerah Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/10/2021).

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved