Minggu, 3 Mei 2026

Pemilik Rumah Makan yang Dipungli Satpol PP: Saya Tak Beri Uang Agar Mereka Gak Terjerat Hukum

Sakinah mengaku tidak ingin lima oknum Satpol PP itu dipecat dari kerjaannya.

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Miftahul Munir
Sakinah pemilik rumah makan di Cengkareng yang dipungli satpol pp jakbar dan videonya viral 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sakinah, pemilik rumah makan di Kecamatan Cengkareng yang sempat akan dipungli 5 oknum Satpol PP Jakarta Barat, mengaku sengaja tak memberikan uang yang diminta para oknum tersebut, agar mereka tidak terjerat proses hukum.

Padahal, kata Sakinah, dirinya bisa saja memberikan uang dan kemudian melaporkan kejadian pungli berbau pemerasan itu, ke Polres Metro Jakarta Barat dan tim saber pungli.

"Justru saya yang menahan agar tidak ada uang satu persen pun keluar. Saya menjaga oknum ini agar tidak terlibat proses hukum," tegas Sakinah saat ditemui Wartakotalive.com, Sabtu (30/10/2021).

Sakinah mengaku tidak ingin lima oknum Satpol PP itu dipecat dari kerjaannya. Karenany Sakinah tidak memberikan uang sepersen pun.

Video dugaan percobaan pungli oleh 5 oknum anggota Satpol PP Jakarta Barat ke rumah makan yang dikelola Sakinah sempat viral di media sosial.

Sakinah mengatakan saat kejadian dirinya justru sempat diintervensi oleh komandan oknum tersebut yang menanyakan jumlah uang yang diberikan.

Sakinah sudah menjelaskan, dirinya sengaja tidak memberikan uang kepada oknum Satpol PP itu karena memang tidak mau berurusan dengan hukum.

Saat itu, oknum Satpol PP datang dan menyatakan rumah makannya sudah melanggar prokes karena tidak menyediakan alat thermogun.

Padahal saat ini sudah memasuki PPKM level dua dan kebijakan itu sudah tidak diberlakukan atau tidak lagi diperketat.

"Coba mas lihat minimarket, apakah pembelinya sebelum masuk di cek pakai thermogun, apakah ada pengawasan mobilitas yang tinggi, apa ada tempat cuci tengan?," tanya Sakinah.

Sakinah menegaskan, Satpol PP itu tidak menyebutkan angka atau jumlah uang yang diminta kepada karyawannya.

Tetapi jelas mereka mencari-cari kesalahan untuk bisa meminta uang yang disebutnya uang kebijakan.

Bahkan permintaan uang terus menerus diulang adalah oknum Satpol PP itu yakni uang kebijakan untuk anak buahnya.

"Kalau misalnya maaf, bapak mau nyobain makan di sini ya boleh lah, oh ini kebijakan untuk anggota saya, gitu, wah kalau ada sepeser uang yang keluar dari rumah makan ini ke mereka, maka saya ikut bertanggungjawab, itu kata karyawan saya," jelas Sakinah.

Ia berharap, peristiwa ini tidak terulang lagi karena dapat meresahkan para pedagang.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved